Ahmad Saudi, penumpang yang selamat dalam kecelakaan Kapal Virgo Transport 8.(Antara)
Kapal Virgo Transport 8 dilaporkan tenggelam secara mendadak pada dini hari sekitar pukul 01.20 Wita. Berdasarkan kesaksian salah satu penumpang selamat, Ahmad Saudi, kapal mengalami kemiringan ke kiri dengan sangat cepat tanpa adanya peringatan alarm maupun pemberitahuan resmi dari pihak kapal.
Ahmad menuturkan, saat kejadian dirinya sedang tertidur di sofa. Ia terbangun setelah mendengar teriakan penumpang lain yang berlari mengabarkan kondisi darurat tersebut. Begitu berdiri, ia menyadari posisi kapal sudah dalam keadaan miring dan segera berupaya menyelamatkan diri.
“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” ujar Ahmad saat ditemui di ruang pelayanan kesehatan darurat di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu malam.
Dalam upaya menyelamatkan diri, Ahmad sempat menuju bagian bawah kapal dan berpegangan erat pada tiang dekat jendela. Ia terus bertahan mengikuti posisi kapal yang semakin miring hingga akhirnya berhasil bergerak ke bagian atas sesaat sebelum badan kapal benar-benar tenggelam ke dasar laut.
“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” katanya mengenang momen mencekam tersebut.
Setelah kapal tenggelam, Ahmad berhasil menyelamatkan diri menggunakan perahu karet. Ia bertahan di tengah laut yang gelap bersama 14 penumpang lainnya, yang semuanya adalah laki-laki. Selama sekitar tiga jam, mereka harus berjuang melawan cuaca ekstrem di tengah laut.
“Gelombang terasa di dalam kapal. Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kelompoknya yang berjumlah 15 orang di perahu karet tersebut akhirnya berhasil dievakuasi oleh kapal penolong yang datang ke lokasi.
Ahmad juga menyoroti betapa cepatnya proses kapal tersebut kehilangan keseimbangan. Meski sebelumnya kapal sempat bergoyang akibat hantaman gelombang, namun kemiringan fatal ke arah kiri terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Hingga saat ini, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti nasib penumpang lain yang masih berada di dalam kamar saat kapal mulai miring.
Polda Kalsel telah mengerahkan satu kompi personel untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di wilayah perairan Kalimantan Selatan.
Kondisi cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan Kalimantan Selatan menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Ahmad Saudi dan rekan-rekannya yang berhasil selamat kini mendapatkan perawatan intensif guna memulihkan kondisi fisik dan trauma pascakejadian tersebut.
Pihak keluarga penumpang yang merasa kehilangan anggota keluarganya diimbau untuk segera melapor ke posko darurat yang telah disediakan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin guna mempercepat proses identifikasi dan pencarian korban yang mungkin masih belum ditemukan. (Ant/E-3)


















































