Seseorang di depan layar besar yang menampilkan pergerakan kapal di Selat Hormuz(AFP)
KESEPAKATAN pengelolaan Selat Hormuz antara Iran dengan Oman diprediksi akan melejitkan harga emas dunia dan logam mulia. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut harga emas dunia masih akan terus mengalami kenaikan dengan adanya manajemen baru atau co-management untuk mengawasi Selat Hormuz antara Iran dengan Oman.
Ibrahim mengatakan harga emas dunia kemungkinan dalam satu minggu ke depan kemungkinan menguat. “Range-nya di US$4.151 per troy ons, kemudian resistennya adalah US$4.493 dolar per troy ons,” katanya dalam keterangan yang diterima, Minggu (9/8).
Pada Senin (10/8) besok, transaksi harga emas dunia juga diprediksi akan menguat. “Kemungkinan besar support-nya di US$4.279 per troy ons, resistennya adalah US$4.405 dolar per troy ons,” jelas Ibrahim.
Untuk logam mulia, lanjutnya, dalam sepekan kemungkinan akan ditransaksikan di Rp2.550.000 per gram dan resistennya di Rp2.820.000 per gram.
Kemudian pada Senin (10/8) kemungkinan besar logam mulia akan ditransaksikan di level support Rp2.670.000 per gram dan resistennya di Rp2.710.000 per gram.
“Jadi ada kemungkinan harga logam mulia ini akan menguat walaupun rupiah juga menguat. Namun penguatan mata uang rupiah membuat kenaikan harga logam mulia sedikit terbatas,” jelas Ibrahim.
Ia menyebut perkembangan geopolitik di Timur Tengah membuat harga emas dunia dan logam mulia mengalami kenaikan. Utamanya adalah adanya kesepakatan Iran dengan Oman mengenai pengendalian Selat Hormuz yang kemungkinan besar akan segera tercapai.
“Ada harapan bahwa terjadinya penurunan harga minyak akibat perdamaian di Timur Tengah ini akan membuat investor global mengalihkan dananya dari dolar kemudian dari minyak mentah ke emas sebagai safe haven.
Menurut Ibrahim, bila perjanjian tercapai di Timur Tengah antara Oman dan Iran untuk mengendalikan Selat Hormuz, kemudian perang tidak berpengaruh terhadap Selat Hormuz, ada kemungkinan besar harga emas dunia menyentuh level US$5.000 per troy ons di kuartal ketiga tahun ini.
“Kalau level US$5.000 per troy ons tercapai di kuartal ketiga, kemungkinan besar untuk logam mulia pun juga akan di atas Rp3 juta per gram,” ungkap Ibrahim.
“Ini adalah awal terbaik untuk harga emas dunia dan logam mulia melejit lebih tinggi lagi dibandingkan dengan sebelumnya pasca adanya kesepakatan untuk pengendalian Selat Hormuz antara Iran dan Oman dan itu pun juga didukung oleh Amerika Serikat,” pungkasnya. (P-4)

















































