Ketua MA Brasil Bekukan Keputusan Hakim Berseteru demi Redam Skandal

1 week ago 8
Ketua MA Brasil Bekukan Keputusan Hakim Berseteru demi Redam Skandal Ketua Mahkamah Agung Brasil, Edson Fachin(AFP)

KETUA Mahkamah Agung Brasil, Edson Fachin, mengambil langkah tegas pada Rabu dengan membekukan serangkaian keputusan yang saling bertentangan dari para hakim agung yang saling bersaing. Langkah ini diambil untuk menghentikan krisis internal lembaga peradilan yang kian memanas di tengah berlangsungnya kampanye pemilihan presiden.

Mahkamah Agung Brasil saat ini tengah terguncang skandal dugaan keterkaitan antara Hakim Agung Alexandre de Moraes dengan Daniel Vorcaro, seorang bankir tersangka kasus penipuan berskala besar.

Kasus ini berubah menjadi perselisihan terbuka antara de Moraes, yang memimpin penyelidikan kasus upaya kudeta mantan Presiden Jair Bolsonaro, dengan Hakim Agung Andre Mendonca yang merupakan hakim tunjukan Bolsonaro.

Perseteruan ini kian meluas pada Selasa ketika Kepala Kepolisian Federal Brasil, Andrei Rodrigues, dicopot dari jabatannya oleh Mendonca atas tuduhan melakukan mata-mata terhadap dirinya. Namun, sehari kemudian, Hakim Agung Flavio Dino yang merupakan mantan menteri di era Presiden Luiz Inacio Lula da Silva, mengembalikan jabatan kepala kepolisian tersebut.

Menanggapi kekacauan tersebut, Edson Fachin langsung mengintervensi dan membekukan kedua keputusan hakim tersebut. Fachin memberikan waktu 48 jam kepada Rodrigues untuk memberikan keterangan sebelum memutuskan nasib jabatannya.

Eskalasi di internal Mahkamah Agung ini membayangi persiapan pemilihan presiden bulan depan, di mana putra Bolsonaro, Senator Flavio Bolsonaro, berusaha mengalahkan petahana berhaluan kiri, Luiz Inacio Lula da Silva.

Mendonca mengawali perseteruan dengan memerintahkan pemuatan pesan teks dari Daniel Vorcaro kepada de Moraes pekan lalu. Pesan tersebut berisi permintaan informasi terkait kasus yang menjerat sang bankir.

Sebagai balasan, de Moraes menuduh Mendonca melakukan penyalahgunaan wewenang berdasarkan laporan intelijen kepolisian yang bersifat rahasia, hingga akhirnya merembet pada pencopotan Rodrigues oleh Mendonca.

Pesan teks dari Vorcaro, pemilik bank swasta Banco Master yang kolaps akibat jeratan utang bernilai miliaran dolar, kini menjadi komoditas politik dalam bursa pilpres.

Presiden Lula menuntut transparansi penuh atas kasus ini dan meminta penghentian kebocoran informasi yang bersifat selektif.

"Penting untuk membuka kerahasiaan investigasi secara penuh terhadap semua pihak yang terlibat dalam kasus Master, siapa pun mereka, tanpa memandang siapa yang akan dirugikan. Brasil perlu mengetahui kebenarannya," tegas Lula melalui unggahan di X.

Sumber di Mahkamah Agung menyebut kasus Master ini sangat berbahaya, dengan dugaan kepolisian bahwa sang bankir menanamkan uang di berbagai tempat untuk menagih bantuan di kemudian hari. Sebelum ditangkap, Vorcaro diketahui mengirimkan sekitar 30 pesan teks ke nomor telepon yang diduga milik de Moraes.

Flavio Bolsonaro memanfaatkan temuan pesan tersebut untuk menyerang de Moraes. Namun di sisi lain, keterkaitan Flavio dengan Vorcaro juga dipertanyakan setelah terungkap bahwa sang bankir pernah mentransfer jutaan dolar kepada perantara atas permintaan sang senator. Flavio mengklaim uang tersebut ditujukan untuk pembuatan film tentang ayahnya.

Skandal yang menggulung Mahkamah Agung ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan dunia usaha. Sekitar 3.000 organisasi bisnis merilis manifesto yang memperingatkan munculnya krisis kelembagaan yang sangat serius di Brasil. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |