Khofifah Perkuat Pelestarian Topeng Malangan Melalui Regenerasi dan Ekosistem Budaya

1 month ago 9
Khofifah Perkuat Pelestarian Topeng Malangan Melalui Regenerasi dan Ekosistem Budaya Gubernur Jawa Timur Khofifah Inda Parawansa (tengah) saat menghadiri acara Apresiasi Pelestari Kesenian Asli Jawa Timur, yang digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Kamis (20/8).(MI/Dok Humas Pemerintah Provinsi Jawa Timur)

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keberlanjutan kesenian tradisional. Fokus utama kali ini diarahkan pada penguatan pelestarian Topeng Malangan, yang dinilai sebagai identitas krusial bagi masyarakat Malang dan Jawa Timur secara luas.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui acara Apresiasi Pelestari Kesenian Asli Jawa Timur, yang digelar di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang, Kamis (20/8). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah memberikan dukungan nyata kepada 13 sanggar tari Topeng Malangan untuk memperkuat operasional dan proses pewarisan budaya mereka.

Dukungan Fasilitas dan Pembinaan

Pemberian bantuan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing sanggar. Sanggar Tari Setyotomo menerima bantuan berupa satu set gamelan lengkap, sementara 12 sanggar lainnya menerima uang pembinaan masing-masing sebesar Rp5 juta.

MI/Dok Humas Pemerintah Provinsi Jawa Timur

Khofifah menyampaikan bahwa apresiasi ini adalah bentuk penghormatan kepada para maestro, seniman, dan komunitas yang konsisten menjaga Topeng Malangan.

"Apa yang panjenengan lakukan adalah menjaga identitas dan warisan budaya Jawa Timur untuk generasi yang akan datang," ujar Khofifah.

Filosofi dan Urgensi Regenerasi

Menurut Khofifah, Topeng Malangan bukan sekadar seni pertunjukan visual, melainkan wadah sejarah dan nilai kehidupan yang berkaitan erat dengan Cerita Panji. Ia menekankan bahwa pelestarian tidak boleh berhenti pada panggung pertunjukan saja, tetapi harus menyentuh aspek transfer pengetahuan kepada generasi muda.

“Kuncinya adalah regenerasi. Jangan sampai sebuah kesenian memiliki panggung, tetapi kehilangan penerus. Keberhasilan pelestarian budaya diukur dari lahirnya generasi baru yang mampu meneruskannya,” tegasnya.

Data perkembangan ekosistem Topeng Malangan menunjukkan tren yang menggembirakan dalam dua tahun terakhir, sebagaimana dipaparkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur:

Indikator Ekosistem Tahun 2025 Tahun 2026 (Agustus)
Jumlah Sanggar Tari Khusus 11 Sanggar 15 Sanggar
Jumlah Seniman Aktif 369 Orang 589 Orang

Pembangunan Ekosistem Ekonomi Kreatif

Selain aspek seni, Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang lebih luas dengan menghubungkan budaya ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal ini bertujuan agar para pelaku budaya mendapatkan manfaat ekonomi dari aktivitas mereka.

Sebagai langkah konkret penguatan ekosistem di sekitar ruang budaya, Khofifah juga memberikan bantuan modal sebesar Rp5 juta kepada Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Krida Budaya Malang. Diharapkan, hidupnya ruang kebudayaan akan berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Budayanya lestari, senimannya berdaya, generasi mudanya bangga, ekonomi kreatifnya tumbuh, dan masyarakatnya memperoleh manfaat,” pungkas Khofifah. (RO/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |