KLN Kejar Empat Besar, Bangun Ekosistem Futsal dari Pembinaan hingga Tim Profesional

1 week ago 3
KLN Kejar Empat Besar, Bangun Ekosistem Futsal dari Pembinaan hingga Tim Profesional Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENGUATAN ekosistem olahraga nasional tidak cukup hanya mengandalkan penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga membutuhkan komitmen klub untuk membangun sistem pembinaan pemain, industri, dan keberlanjutan finansial secara mandiri. Tantangan tersebut menjadi perhatian di tengah semakin ketatnya persaingan futsal profesional Indonesia.

KLN menjadi salah satu klub yang mendorong pembangunan ekosistem secara lebih menyeluruh, mulai dari tim profesional, pembinaan pemain muda, hingga pengembangan tim di sejumlah level kompetisi. Upaya tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan fondasi industri futsal nasional yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan.

Pelatih KLN Sayan Karmadi menegaskan timnya memasang target realistis untuk menembus empat besar pada kompetisi musim ini. Target tersebut menjadi langkah penting setelah KLN pada musim sebelumnya berada di peringkat kesembilan dari 12 tim.

“Target pribadi saya adalah empat besar. Karena ada 10 tim, kami kemarin peringkat sembilan dari 12 tim. Jadi secara realistis kami harus ambil empat besar. Kalau sudah masuk empat besar, baru kami punya peluang untuk menjadi juara,” ujar Sayan, di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Turut hadir yakni, CEO KLN Arief Pribadi, Head of Public Relations KLN Edwin Rizky Indarto, dan Kapten KLN Ramadhan Zidani.

Menurut dia, persiapan KLN dilakukan lebih awal karena tim menyadari masih banyak aspek permainan yang harus ditingkatkan. Saat ini, komposisi skuad telah diperkuat sekitar 20 pemain, termasuk penjaga gawang dan sejumlah pemain muda yang diproyeksikan untuk masa depan.

KLN juga tetap membuka peluang melakukan penambahan pemain. Namun, strategi klub tidak semata-mata mengandalkan pemain asing. Pelatih menilai kehadiran satu pemain asing sudah cukup untuk membantu peningkatan kualitas tim sekaligus menjadi contoh bagi pemain lokal.

“Kalau kita tergantung dengan pemain asing, pemain lokal kita juga tidak akan bisa berkembang dengan baik. Pemain asing harus bisa menjadi contoh, bagaimana bermain dan bagaimana bersikap,” katanya.

Komitmen jangka panjang tersebut diperkuat melalui pembangunan jalur pembinaan yang mencakup akademi, tim elite, hingga tim kelompok usia. Sejumlah pemain muda bahkan telah dipromosikan untuk mendapatkan kesempatan berkembang bersama level yang lebih tinggi.

CEO KLN Arief Pribadi menambahkan perubahan nama klub dari Kuda Laut Nusantara menjadi KLN pada musim ini merupakan bagian dari strategi pengembangan identitas dan merek. Perubahan tersebut sebelumnya belum dapat dilakukan karena aturan kompetisi, tetapi kini dipandang penting untuk memperkuat positioning klub ke depan tanpa meninggalkan sejarah yang telah dibangun.

Sementara itu, Kapten KLN Ramadhan Zidani menyampaikan pembangunan ekosistem menjadi kebutuhan penting bagi perkembangan futsal Indonesia. Menurutnya, keberadaan tim profesional saja belum cukup tanpa jalur pembinaan yang terstruktur.

Ia mencontohkan ekosistem yang dibangun KLN melalui tim elite, KLN Boys, hingga KLN Angels. Model tersebut, menurutnya, dapat menjadi inspirasi bagi klub lain untuk membangun sistem yang lebih lengkap.

“Kalau misalkan dari 10 tim ini mempunyai ekosistemnya sendiri, mungkin futsal Indonesia bisa lebih baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Pelatih KLN Sayan Karmadi menyoroti pentingnya membangun kompetisi yang berkelanjutan secara finansial. Berkurangnya jumlah peserta kompetisi dari 12 menjadi 10 tim harus menjadi perhatian bersama.

Menurut dia, persoalan utama bukan sekadar jumlah pertandingan atau panjangnya kompetisi, melainkan kemampuan klub untuk bertahan dan membiayai operasionalnya. Biaya perjalanan ke daerah yang jauh, misalnya, dapat menjadi beban besar bagi klub.

“Kompetisi bukan tentang jumlah pekan, tetapi bagaimana klub-klub bisa hidup dan menghidupi dirinya, serta bagaimana federasi bisa membantu,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak dalam ekosistem futsal nasional dapat membangun sinergi untuk menjadikan futsal sebagai industri olahraga yang lebih mandiri. KLN sendiri memilih membangun fondasinya melalui pembinaan berjenjang dan penguatan organisasi, dengan target kompetitif yang berjalan seiring dengan pembangunan jangka panjang.

CEO KLN Arief Pribadi menyampaikan dengan persiapan yang lebih matang, KLN kini membidik Super Cup sebagai salah satu ajang pembuktian sebelum menghadapi kompetisi musim baru.

Dia menegaskan target utama tetap menampilkan performa terbaik dan membawa klub bersaing lebih tinggi dibandingkan dengan musim sebelumnya.(H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |