Ratusan warga antre membeli sembako murah setelah Anggota Komisi 3 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi NasDem dapil XI Jabar, Lola Nelria Oktavia membuka gerakan pangan murah di Kecamatan Tamansari.(MI/Kristiadi )
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) bersinergi dengan anggota DPR RI Fraksi NasDem Dapil Jabar XI, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, dan Pemerintah Kota Tasikmalaya menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM). Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan memastikan harga kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.
Anggota Komisi 3 DPR RI Fraksi NasDem, Lola Nelria Oktavia, menjelaskan bahwa kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Tamansari ini merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah dan legislatif kepada rakyat. Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan komoditas pangan dengan harga di bawah pasar.
"Kami menyambut gerakan pangan murah ini karena benar-benar memberikan manfaat langsung dalam meringankan beban ekonomi masyarakat. Kerja gotong royong ini adalah pembuka, dan ke depan kami akan melakukan gebrakan lanjutan yang pastinya bermanfaat bagi warga," ujar Lola Nelria Oktavia, Rabu (29/7).
Dalam kegiatan tersebut, penyelenggara menyediakan berbagai kebutuhan pokok mulai dari Beras, MinyakKita, cabai merah, bawang merah, bawang putih, telur, sayuran, hingga gas subsidi 3 kg. Untuk semakin meringankan warga, panitia membagikan kupon potongan harga senilai Rp5.000 secara gratis.
Lola menambahkan, pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp50 juta khusus untuk subsidi kupon potongan harga tersebut. "Gerakan ini merupakan inisiasi bersama Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candranegara, dan anggota DPD RI, Alfiansyah Bustomi atau Komeng. Selain pangan murah, kami juga mendistribusikan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan," imbuhnya.
Sementara itu, anggota DPD RI Alfiansyah Bustomi, yang akrab disapa Komeng, menyatakan peran DPD dalam kegiatan ini adalah sebagai penghubung antarlembaga atau "penyambung lidah" aspirasi daerah ke tingkat pusat dan eksekutif.
"DPD kerjanya nyambung-nyambungkan, istilah tongkrongannya seperti 'tukang las'. Di sini ada DPR sebagai eksekutif, Bapanas, dan Bulog yang menyediakan pangan. Namun, dalam gerakan ini, peran Ibu Lola sangat besar, terutama dalam membantu pengadaan kupon murah bagi masyarakat," kata Komeng.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono, serta jajaran Pemkot Tasikmalaya. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menjadi instrumen efektif dalam mengendalikan inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat di Kota Tasikmalaya. (AD/E-4)


















































