Kolaborasi Kampus-Industri Didorong Percepat Penguatan SDM dan Inovasi Nasional

3 days ago 2
Kolaborasi Kampus-Industri Didorong Percepat Penguatan SDM dan Inovasi Nasional Ilustrasi(Dok Ist)

Penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri semakin penting untuk memastikan pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) berjalan selaras dengan kebutuhan ekonomi nasional. Kolaborasi kedua sektor juga membuka ruang bagi lahirnya inovasi yang lebih aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Semangat tersebut diwujudkan melalui kerja sama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dengan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) yang ditandai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di BSI Convention Center Kaliabang, Bekasi.

MoU ditandatangani Rektor UBSI Prof Mochamad Wahyudi dan Kepala BBSPJIKB Zya Labiba. Kerja sama ini mencakup pendidikan, penelitian mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan SDM.

Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki kedua pihak. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata dunia industri.

Rektor UBSI Prof Mochamad Wahyudi menyampaikan pada bidang pendidikan, kerja sama dapat diwujudkan melalui praktik industri dan magang mahasiswa, magang dosen, pertukaran pengetahuan, hingga keterlibatan dosen praktisi. Skema ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan tenaga pengajar memahami perkembangan industri lebih dekat sekaligus memperkuat kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

"Adapun pada bidang penelitian, kolaborasi dapat diarahkan pada pembimbingan tugas akhir atau skripsi, khususnya penelitian yang berkaitan dengan industri kerajinan dan batik. Terakhir, dalam pengabdian kepada masyarakat, kedua pihak berpeluang mengembangkan pelatihan, pemberdayaan, dan kegiatan tanggung jawab sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya, Selasa (15/9/2026).

Prof Wahyudi mengatakan kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi diterjemahkan menjadi program konkret yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, masyarakat, serta pengembangan industri.

“Kerja sama ini diharapkan tak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, masyarakat, serta pengembangan industri kerajinan dan batik,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, kemitraan dengan lembaga yang memiliki kompetensi industri bisa membantu perguruan tinggi berkontribusi lebih relevan terhadap kebutuhan dunia usaha. Hal ini juga memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi agar dampaknya tidak terbatas di lingkungan kampus.

Kepala BBSPJIKB Zya Labiba mengatakan kolaborasi ini jadi ruang untuk memperkuat sinergi perguruan tinggi dan lembaga pemerintah dalam pengembangan SDM, pengetahuan, serta teknologi untuk mendukung industri kerajinan dan batik Indonesia.

“Kolaborasi antara BBSPJIKB dan UBSI diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia, pengetahuan, dan teknologi sehingga bermanfaat bagi pengembangan industri kerajinan dan batik di Indonesia,” kata Zya.

Kerja sama tersebut juga mulai diarahkan pada kegiatan konkret melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Kolaborasi untuk Pengembangan Industri Kerajinan Batik di Indonesia. Kegiatan itu dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penyelenggaraan seminar nasional bagi dosen UBSI.

Melalui PKS tersebut, BBSPJIKB menyediakan narasumber, sementara UBSI menyiapkan penyelenggaraan serta sarana pendukung. Pola ini menunjukkan kemitraan perguruan tinggi dan industri dapat diterjemahkan menjadi kegiatan akademik yang mempertemukan pengetahuan, pengalaman, dan kebutuhan sektor industri.

Ia menegaskan kolaborasi semacam itu jadi bagian penting dalam memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Dengan mempertemukan ruang akademik, riset, teknologi, serta kebutuhan industri, perguruan tinggi dan pemerintah dapat bersama-sama mendorong pengembangan SDM dan inovasi lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi nasional.

Pada akhirnya, penguatan hubungan kampus dan industri tidak hanya menyangkut kepentingan institusi, tetapi juga berkaitan dengan upaya membangun SDM kompeten, meningkatkan inovasi, serta memperkuat daya saing industri nasional, termasuk sektor kerajinan dan batik yang memiliki potensi ekonomi dan nilai budaya bagi Indonesia.(H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |