Kolaborasi Lintas Sektor Didorong Percepat Hilirisasi Inovasi Nasional

1 week ago 3
Kolaborasi Lintas Sektor Didorong Percepat Hilirisasi Inovasi Nasional Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENGUATAN ekosistem inovasi nasional membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan para inovator.

Pesan tersebut menjadi salah satu fokus malam penganugerahan Innovation and Technology for Social and Environmental Sustainability (InTechSEA) Awards 2026 yang akan digelar Universitas Hasanuddin (Unhas) di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026).

Sejumlah menteri dan tokoh dunia usaha nasional dijadwalkan hadir. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dipastikan menghadiri agenda tersebut, bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Pengusaha nasional Arsjad Rasjid dan sejumlah pemimpin perusahaan dari berbagai sektor juga dijadwalkan hadir.

Kehadiran para pengambil kebijakan dan pelaku usaha tersebut memperkuat relevansi inovasi dan teknologi terhadap agenda pembangunan nasional, mulai dari hilirisasi sumber daya alam, transformasi energi, ketahanan pangan, keberlanjutan lingkungan, hingga peningkatan daya saing industri.

Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual Universitas Hasanuddin Asmi Citra Malina mengatakan kepastian kehadiran Menteri ESDM memperkuat posisi InTechSEA sebagai forum yang mempertemukan inovasi dengan pemerintah dan dunia industri.

“Kepastian kehadiran Menteri ESDM diperoleh setelah tim Unhas melakukan audiensi dengan Kementerian ESDM. Kementerian juga menyambut positif penyelenggaraan InTechSEA dan mengusulkan kategori hilirisasi pertambangan, yang relevan dengan agenda peningkatan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia,” kata Asmi, Sabtu (12/9/2026).

Menurut Asmi, hilirisasi membutuhkan dukungan teknologi, riset, sumber daya manusia, serta model bisnis yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas di dalam negeri. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan industri dan mendukung kebijakan pemerintah.

Partisipasi dunia usaha juga menunjukkan tingginya perhatian korporasi terhadap inovasi berkelanjutan. Lebih dari 80 perusahaan mengikuti rangkaian InTechSEA 2026 dari sektor energi, minyak dan gas, pertambangan, industri, jasa keuangan, hingga pemberdayaan masyarakat. Peserta di antaranya PT Pertamina Gas, Energy Equity Epic (Sengkang) Pty Ltd, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Hadji Kalla, dan PT Asuransi Kredit Indonesia.

InTechSEA pun diarahkan berkembang dari ajang penghargaan menjadi ruang temu pemerintah, kampus, industri, dan inovator. Mengusung tema Collaborative Innovation for a Sustainable and Inclusive Future, ajang ini mendorong agar riset perguruan tinggi tidak berhenti pada jurnal, tetapi dapat diterapkan dan menghasilkan dampak sosial, ekonomi, serta lingkungan.

Penilaian tidak hanya mempertimbangkan kebaruan teknologi, tetapi juga potensi implementasi, dampak sosial, keberlanjutan, kesiapan hilirisasi, dan peluang adopsi oleh pengguna maupun dunia usaha.

Kategori nasional meliputi CSR dan Pemberdayaan Masyarakat, Kebencanaan dan Resiliensi Iklim, Environment, serta Keanekaragaman Hayati. Inovasi yang dinilai mencakup ketahanan pangan, ekonomi hijau dan biru, mitigasi bencana, transformasi energi, energi terbarukan, pengelolaan air dan limbah, penurunan emisi, hingga konservasi keanekaragaman hayati.

Pada level internasional, InTechSEA menghadirkan CSR International Awards dengan penilaian yang antara lain mengacu pada shared value, ISO 26000, SDGs, dan transparansi pelaporan ESG. Terdapat pula The Arsjad Rasjid Award for Sustainability Innovation serta GEDSI Special Award.

Pemindahan puncak kegiatan dari Makassar ke Jakarta menjadi bagian dari strategi memperluas jejaring nasional. Penyelenggaraan sebelumnya di Makassar diikuti 156 peserta, sedangkan tahun ini InTechSEA memperkuat orientasi pada hilirisasi dan kolaborasi lintas sektor.

Dengan melibatkan pemerintah, lebih dari 80 perusahaan, akademisi, dan inovator, InTechSEA 2026 menegaskan bahwa inovasi perlu dipertemukan dengan kebijakan, investasi, dan industri agar hasil riset dapat berkembang menjadi solusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional.(H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |