Komoditas di Bursa Mineral Belum Final

3 hours ago 1
Komoditas di Bursa Mineral Belum Final Batu bara.(Antara)

PEMERINTAH belum menetapkan daftar komoditas yang akan diperdagangkan melalui bursa mineral yang sebelumnya diumumkan Presiden Prabowo Subianto. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah masih menyiapkan skema bursa tersebut, termasuk menentukan komoditas utama yang akan masuk di dalamnya.

"Belum, belum diputuskan. yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kita yang paling utama. misalnya CPO, nikel, batu bara," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).

Prasetyo menjelaskan, pembentukan bursa mineral tersebut diarahkan untuk memperkuat kendali Indonesia atas komoditas yang dihasilkan di dalam negeri. Pemerintah ingin agar pengelolaan dan penentuan mekanisme perdagangan komoditas strategis tidak sepenuhnya bergantung pada mekanisme yang selama ini berjalan.

Menurut dia, konsep bursa yang tengah disiapkan pemerintah kurang lebih akan menyerupai mekanisme Indonesia Commodity Exchange atau Icomex. Namun, pemerintah masih mengatur bentuk dan mekanisme kelembagaannya agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. "Ya kurang lebih, Indonesia Commodity Exchange atau Icomex," ujar Prasetyo.

Keberadaan Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) juga menjadi bagian yang masih dikaji pemerintah. Prasetyo mengatakan, belum ada keputusan apakah lembaga tersebut nantinya akan menjadi bagian dari bursa komoditas yang disiapkan atau berjalan dengan mekanisme tersendiri.

"Makanya ini sedang proses untuk nanti diatur sedemikian rupa, intinya adalah bukan ada ini dan sebagainya, tidak. tapi intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan enggak," jelasnya.

Ia membuka kemungkinan adanya penggabungan dengan ICDX maupun pembentukan bursa dengan struktur tersendiri. Keputusan mengenai hal tersebut masih menunggu proses penataan lebih lanjut. "Ada nanti kita lihat ininya (mekanismenya), bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri," kata Prasetyo.

Terkait mekanisme penentuan harga komoditas nantinya, Prasetyo memastikan pemerintah akan menyiapkan formula tersendiri. Penetapan harga tetap akan mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk biaya serta perkembangan harga komoditas di pasar dunia. "Nanti ada mekanisme nya. sama ada cost-nya ada ininya, harga dunianya bagimana," pungkasnya. (Mir/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |