Konflik Yaman Memanas, PBB Sebut 125.000 Jiwa Mengungsi

5 days ago 3
Konflik Yaman Memanas, PBB Sebut 125.000 Jiwa Mengungsi Ilustrasi: Warga di wilayah Yaman menerima bantuan kemanusiaan dari World Food Programme(AFP)

KONFLIK bersenjata yang kembali berkobar di Yaman memicu krisis kemanusiaan yang kian mengkhawatirkan. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sedikitnya 125.000 jiwa terpaksa mengungsi akibat pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan kelompok Houthi yang terus berlangsung sejak awal September.

“Permusuhan di Yaman memaksa masyarakat meninggalkan rumah mereka, menyebabkan jatuhnya korban sipil, dan memberi tekanan tambahan terhadap operasi kemanusiaan yang sudah kewalahan,” demikian pernyataan resmi Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Senin malam waktu setempat.

Berdasarkan data OCHA, eskalasi konflik ini telah memaksa sekitar 18.000 keluarga atau setara dengan 125.000 orang meninggalkan tempat tinggal mereka. Sementara itu, Kantor Hak Asasi Manusia PBB mencatat sebanyak 40 warga sipil tewas akibat kekerasan tersebut. Khusus pada periode 1 hingga 14 September saja, tercatat delapan orang tewas dan 32 lainnya mengalami luka-luka. Ironisnya, perempuan dan anak-anak menyumbang separuh dari total korban jiwa serta lebih dari separuh dari jumlah korban luka.

Menanggapi situasi darurat ini, OCHA melayangkan seruan tegas kepada seluruh pihak yang berkonflik agar mematuhi hukum humaniter internasional, mengutamakan perlindungan warga sipil, serta memberikan akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan demi kelancaran distribusi bantuan darurat.

Di tengah memanasnya situasi, kelompok Houthi dilaporkan memperluas kontrol teritorialnya di sepanjang garis pantai Laut Merah Yaman, termasuk menguasai Pulau Mayyun yang terletak di kawasan strategis Selat Bab el-Mandeb.

Krisis di Yaman sendiri telah berakar sejak September 2014, ketika kelompok Houthi merebut kendali atas ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah provinsi. Situasi kian memburuk setelah koalisi Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi turun tangan melakukan intervensi militer pada Maret 2015 guna memulihkan pemerintahan resmi Yaman yang diakui secara internasional.

(Ant/Amadolu/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |