Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar.(MI/Lina Herlina)
LONJAKAN tajam konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir memaksa Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bergerak cepat. Untuk mencegah kelangkaan dan menjaga keamanan pasokan, perusahaan menambah pasokan BBM hingga 16.000 kiloliter (KL).
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, memastikan stok BBM di terminal Pertamina masih dalam kondisi aman. Penguatan pasokan dilakukan secara berkala dengan menyesuaikan jadwal kedatangan kapal dari pusat.
"Setiap ada lonjakan permintaan, kami langsung berkoordinasi dengan pusat dan menyiapkan backup penambahan pasokan. Jumlah stok di terminal BBM terus kami jaga. Hari ini bahkan ada kapal sandar yang membawa tambahan pasokan sebanyak 16.000 kiloliter," kata Deny.
Menurutnya, pada kondisi normal, kebutuhan BBM untuk wilayah Kota Makassar berada di kisaran 700 KL per hari. Namun, dalam beberapa hari terakhir, angka penyaluran meningkat signifikan.
Pada 11 September, penyaluran BBM mencapai sekitar 1.200 KL per hari. Angka tersebut sempat berada di level 1.000 KL pada 12 September, sebelum kembali melonjak hingga 1.300 KL per hari pada 14 September.
Dengan kondisi tersebut, penyaluran BBM telah mendekati dua kali lipat dibandingkan kebutuhan normal harian.
"Penyaluran ini sudah hampir dua kali lipat dari kebutuhan normal harian. Karena antrean di SPBU cukup tinggi, proses penyerapan BBM oleh masyarakat menjadi jauh lebih cepat," jelas Deny.
Pertamina bersama kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan adanya konsumen dari luar wilayah Kota Makassar yang membeli BBM di sejumlah SPBU, khususnya di kawasan perbatasan. Hal ini diduga turut berkontribusi terhadap lonjakan permintaan yang tidak wajar.
Selain BBM, Pertamina memastikan ketersediaan LPG 3 kilogram di Makassar dan daerah sekitarnya tetap aman. Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan, Pertamina menambah pasokan melalui skema extra dropping di luar kuota reguler.
"Extra dropping kami berikan di luar kuota reguler sebesar 30 hingga 50 persen untuk wilayah Makassar, Gowa, dan sekitarnya. Kami terus menjaga penyaluran hingga ke tingkat pangkalan," kata Deny.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying. Masyarakat diminta membeli BBM dan LPG sesuai kebutuhan karena pasokan tambahan terus didistribusikan secara berkesinambungan.
Pertamina menegaskan langkah penambahan pasokan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mencegah terjadinya kekosongan stok di tingkat SPBU maupun pangkalan. (LN/E-4)


















































