Kontrol Behel Jangan Sering Terlewat, ini Dampaknya pada Perawatan Gigi

1 week ago 6
Kontrol Behel Jangan Sering Terlewat, ini Dampaknya pada Perawatan Gigi Ilustrasi(magnifik)

Memakai behel bukan berarti perawatan selesai setelah kawat dan bracket terpasang. Selama menjalani perawatan ortodonti, pasien tetap perlu melakukan kontrol secara berkala agar dokter dapat memantau pergerakan gigi dan menyesuaikan perangkat sesuai perkembangan kondisi gigi.

American Association of Orthodontists (AAO) menjelaskan bahwa behel bekerja dengan memberikan tekanan terkontrol pada gigi melalui bracket dan kawat sehingga gigi dapat bergerak secara bertahap menuju posisi yang diinginkan. Karena itu, penyesuaian selama perawatan diperlukan untuk memastikan pergerakan gigi tetap sesuai dengan rencana.  

Kontrol yang jarang dilakukan dapat membuat proses tersebut tidak berjalan sesuai jadwal. National Health Service (NHS) Inggris menyebut pasien umumnya perlu melakukan kontrol setiap enam hingga delapan minggu untuk penyesuaian behel. Jika janji temu sering terlewat atau dibatalkan, waktu perawatan dapat menjadi lebih panjang.  

Mengapa Kontrol Behel Penting?

Saat kontrol, dokter ortodonti tidak sekadar mengganti karet behel. Kondisi gigi dan gusi juga diperiksa, kemudian perkembangan pergerakan gigi dibandingkan dengan rencana perawatan. AAO menyebut kunjungan berkala digunakan untuk menyesuaikan behel sekaligus mengevaluasi perkembangan perawatan dan kesehatan gigi serta gusi.  

Dokter juga dapat menentukan perubahan apa yang diperlukan pada kawat, karet elastis, atau komponen lain. Karena setiap pasien memiliki kondisi gigi yang berbeda, jadwal dan jenis penyesuaian tidak seharusnya ditentukan sendiri oleh pasien.

Hal yang perlu diperhatikan adalah anggapan bahwa semakin kuat tarikan behel, semakin cepat gigi akan rapi. Pergerakan gigi justru perlu dilakukan secara terkontrol. AAO menjelaskan bahwa kawat dan komponen behel memberikan tekanan untuk menggerakkan gigi secara bertahap. Karena itu, pasien sebaiknya tidak meminta atau melakukan penyesuaian sendiri untuk mempercepat hasil. 

Kontrol Terlewat Bisa Membuat Perawatan Lebih Lama

Ketika pasien melewatkan beberapa jadwal kontrol, dokter tidak dapat melakukan penyesuaian yang seharusnya dilakukan pada waktu tersebut. Akibatnya, tahapan perawatan berikutnya dapat ikut tertunda.

NHS University Hospitals juga mencatat bahwa melewatkan janji temu dapat memperpanjang total waktu pemakaian behel. Dalam beberapa kasus, perawatan bahkan dapat dihentikan lebih awal jika pasien berulang kali tidak datang untuk kontrol.  

Selain jadwal kontrol, kondisi behel juga berpengaruh. Bracket yang lepas atau kawat yang rusak dapat mengganggu proses perawatan. AAO menyarankan pasien menghubungi dokter ortodonti apabila mengalami masalah seperti bracket lepas, kawat menusuk, atau komponen behel mengalami kerusakan.  

Jangan Menunggu Sampai Behel Bermasalah

Jika tidak dapat datang sesuai jadwal, pasien sebaiknya menghubungi klinik dan menjadwalkan ulang, bukan membiarkan janji temu terlewat begitu saja. Langkah tersebut membantu dokter menjaga perawatan tetap berjalan sesuai rencana.

Pasien juga perlu menjaga kebersihan gigi selama menggunakan behel. NHS merekomendasikan menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dan membersihkan sela-sela gigi secara rutin. Pemeriksaan gigi secara berkala juga tetap diperlukan meskipun pasien sedang menjalani perawatan ortodonti.  

Pada akhirnya, keberhasilan perawatan behel bukan hanya bergantung pada alat yang digunakan, tetapi juga pada kerja sama pasien. Kontrol sesuai jadwal, menjaga kebersihan gigi, mengikuti instruksi dokter, serta segera melaporkan kerusakan pada behel dapat membantu perawatan berjalan lebih terarah.

Jadi, jarang kontrol bukan berarti behel otomatis memberikan tarikan yang berlebihan. Yang lebih tepat, jadwal kontrol yang terlewat dapat membuat penyesuaian perawatan tertunda dan pada akhirnya memperpanjang waktu penggunaan behel. Besarnya tekanan dan perubahan pada behel sebaiknya selalu ditentukan oleh dokter ortodonti berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Sumber: American Association of Orthodontists

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |