Korea Utara Kembali Pamer Kekuatan Militer, Rudal dan Drone dalam Latihan

1 week ago 23
Korea Utara Kembali Pamer Kekuatan Militer, Rudal dan Drone dalam Latihan Ilustrasi seorang pria menyaksikan tes peluncuran misil oleh Korea Utara yang ditayangkan stasiun televisi di Seoul, Korea Selatan(JUNG YEON-JE / AFP)

KOREA Utara menggelar latihan militer yang melibatkan tembakan artileri jarak jauh dan rudal. Latihan tersebut berlangsung ketika Korea Selatan kembali mendorong dialog dengan Pyongyang dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keinginannya untuk kembali bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Senin (14/9) melaporkan latihan tersebut digelar pada Sabtu (12/9). Latihan melibatkan unit gabungan Tentara Rakyat Korea dari berbagai tingkatan.

Sebelumnya, Korea Selatan melaporkan bahwa Korea Utara meluncurkan sejumlah rudal balistik dari wilayah Wonsan menuju Laut Timur, yang juga dikenal sebagai Laut Jepang.

Peluncuran tersebut dilakukan sehari setelah Korea Selatan menyelesaikan latihan maritim gabungan selama lima hari bersama Amerika Serikat dan Jepang. Latihan tersebut berfokus pada peningkatan kemampuan menghadapi ancaman dari Korea Utara.

KCNA tidak mengungkapkan lokasi pelaksanaan latihan terbaru tersebut. Namun, media pemerintah Korea Utara menyebut latihan itu melibatkan sejumlah sistem persenjataan baru, termasuk drone serang, rudal jelajah taktis, peluncur roket multipel berkaliber besar bertekanan termal, serta rudal balistik taktis.

"Berbagai persenjataan yang digunakan dalam latihan tersebut menunjukkan daya hancur luar biasa dari tembakan terkonsentrasi dengan menghantam sasaran dengan tingkat akurasi 100%," demikian laporan KCNA.

Latihan tersebut menambah perhatian terhadap aktivitas militer Korea Utara di tengah perkembangan diplomasi di Semenanjung Korea. Seoul sebelumnya menyatakan keinginannya untuk memperbaiki hubungan dan membuka kembali komunikasi dengan Pyongyang.

Di sisi lain, Trump juga kembali menyampaikan kemungkinan pertemuan dengan Kim Jong Un. Kedua pemimpin sebelumnya telah bertemu dalam sejumlah kesempatan untuk membahas denuklirisasi dan hubungan antara Amerika Serikat dan Korea Utara.

Meski demikian, aktivitas militer Pyongyang menunjukkan bahwa ketegangan keamanan di Semenanjung Korea masih menjadi persoalan utama, meskipun terdapat upaya untuk membuka kembali jalur dialog. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |