KRI dr. Soeharso-990 Layani Puluhan Korban Gempa NTT di Pelabuhan Reo

1 month ago 12
KRI dr. Soeharso-990 Layani Puluhan Korban Gempa NTT di Pelabuhan Reo Tim Medis KRI dr Soeharso melakukan operasi warga korban gempa magnitude 7,7 di di kapal yang sandar di Dermaga Reo, Kabupaten Manggarai, Sabtu (22/8).(MI/Dok BNPB)

KAPAL Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 mulai memberikan pelayanan medis intensif bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Sabtu (22/8), kapal milik TNI Angkatan Laut ini telah menangani puluhan pasien sejak bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (21/8).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengonfirmasi bahwa kehadiran kapal bantu rumah sakit ini bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah yang fasilitas medis daratnya terdampak gempa.

"KRI dr. Soeharso telah melayani 22 pasien dengan berbagai kondisi, mulai dari tindakan operasi hingga rawat jalan," ujar Berton dalam keterangannya, Minggu (23/8).

Rincian Pelayanan Medis

Berdasarkan data yang dihimpun hingga akhir pekan ini, berikut adalah rincian penanganan medis yang telah dilakukan di atas KRI dr. Soeharso-990:

Jenis Layanan/Tindakan Jumlah/Keterangan
Total Pasien Terlayani 22 Orang
Tindakan Medis Utama Operasi patah tulang & penanganan luka robek
Pasien Rawat Inap 3 Orang
Layanan Lainnya Rawat jalan & pemeriksaan umum

Fasilitas Rumah Sakit Apung

KRI dr. Soeharso-990 bukan sekadar kapal angkut, melainkan rumah sakit terapung dengan fasilitas lengkap setara rumah sakit di darat. Kapal sepanjang 122 meter ini dirancang untuk menangani kasus kegawatdaruratan di wilayah kepulauan atau daerah bencana yang sulit dijangkau.

Beberapa fasilitas unggulan yang tersedia di dalam kapal meliputi:

  • Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Intensif.
  • Ruang Operasi dan Laboratorium.
  • Poliklinik dan Apotek.
  • Dua ruang perawatan dengan total 40 tempat tidur (dipisah untuk laki-laki dan perempuan).
  • Geladak pendaratan helikopter (helipad) untuk mempercepat evakuasi medis udara.

Dalam menjalankan misinya, kapal ini membawa tenaga medis gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan yang bersiaga selama 24 jam. Seluruh layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum hingga tindakan operasi besar, diberikan secara gratis kepada masyarakat terdampak sesuai dengan prioritas medis.

Pemerintah berharap kehadiran KRI dr. Soeharso-990 dapat memastikan seluruh korban gempa di NTT mendapatkan penanganan medis yang cepat, tepat, dan memadai di tengah situasi darurat. (Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |