Krisis Air Bersih di Tasikmalaya Meluas, BPBD Pasok 552 Ribu Liter Air

4 weeks ago 8
Krisis Air Bersih di Tasikmalaya Meluas, BPBD Pasok 552 Ribu Liter Air Krisis air bersih, warga antre mengisi air bersih dengan membawa jerigen, ember, jolang, bekas galon yang dipasok BPBD lantaran program pemerintah daerah belum melakukan langkah melalui program sumur bor hingga Pamsimas.(Dok Istimewa)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya terus mengintensifkan pendistribusian air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 552.000 liter air bersih telah dipasok untuk membantu 9.050 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 29.820 jiwa yang tersebar di 24 kelurahan di 8 kecamatan.

Krisis air bersih di wilayah ini dilaporkan semakin meluas akibat dampak fenomena El Nino yang memicu kemarau panjang. Selain faktor perubahan iklim, kondisi geografis dataran tinggi serta belum tersedianya program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di sejumlah titik menjadi penyebab utama sulitnya warga mengakses air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, menyatakan bahwa pihaknya telah menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan hingga September 2026. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meski sumber air menyusut drastis.

"Petugas BPBD berupaya memasok air bersih ke berbagai pelosok secara gratis. Musim kemarau tahun ini terasa lebih kering, namun berbagai upaya terus dilakukan agar warga tidak terbebani dan tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup," ujar Budi Martanova, Minggu (23/8/2026).

Dalam menjalankan operasi kemanusiaan ini, BPBD tidak bekerja sendiri. Penyaluran air bersih dilakukan secara kolaboratif melibatkan berbagai pihak, mulai dari DPR RI, DPD, Paguyuban Tionghoa, Asia Plaza, Baznas, PMI, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Petugas di lapangan bekerja ekstra dari siang hingga malam hari guna memastikan bantuan menjangkau masyarakat tepat waktu.

Budi merinci, wilayah yang mengalami dampak terparah meliputi Kecamatan Mangkubumi, Purbaratu, Kawalu, Cipedes, Tamansari, Cibeureum, Indihiang, dan Bungursari. Kekeringan ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan domestik, tetapi juga sektor produktif masyarakat.

"Bencana El Nino tahun ini mengakibatkan lahan pertanian gagal tanam atau puso, kesulitan pengolahan lahan, hingga kolam ikan yang mengering," tambahnya.

Dampak nyata dirasakan oleh Taslim, warga Mangkubumi. Ia mengungkapkan bahwa saluran irigasi yang mengering membuat petani tidak bisa mengolah lahan. Sektor perikanan darat pun mengalami kerugian besar karena debit air kolam menyusut drastis hingga menyebabkan ikan mati.

"Banyak pemilik kolam ikan rugi karena tidak bisa panen. Di Kampung Krikil, Kecamatan Mangkubumi, bahkan ada satu kuintal ikan bawal yang terpaksa dibagikan kepada warga karena air kolam sudah kering dan ikan mulai mati," pungkas Taslim.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |