Krisis Air Bersih Jawa Barat Meluas ke 15 Kabupaten dan Kota

1 hour ago 6
Krisis Air Bersih Jawa Barat Meluas ke 15 Kabupaten dan Kota Pendistribusian air bersih kepada warga terdampak kemarau di Karawang.(ANTARA/Ali Khumain)

KRISIS air bersih di Jawa Barat dilaporkan terus meluas hingga mencakup 15 kabupaten dan kota. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat per 28 Juli 2026, krisis ini telah berdampak pada 205.567 jiwa dari 61.504 kepala keluarga yang tersebar di 89 kecamatan.

BPBD Jawa Barat mencatat kekeringan ini melanda sedikitnya 194 desa dan kelurahan. Saat ini, sekitar 200 ribu warga mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah daerah bersama BPBD terus berupaya menyalurkan bantuan air bersih ke titik-titik terdampak.

Tiga wilayah dilaporkan mengalami dampak terparah, yakni Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bekasi. Di Kabupaten Bogor, krisis telah menjangkau 24 kecamatan yang terdiri dari 87 desa dan kelurahan. Sebanyak 100.830 jiwa atau 29.054 kepala keluarga di wilayah tersebut terdampak langsung.

Menanggapi kondisi di Bogor, Pemkab bersama BPBD setempat telah mendistribusikan bantuan sebanyak 802.500 liter air bersih. Langkah serupa dilakukan di Kabupaten Karawang, di mana krisis melanda 9 desa di 4 kecamatan dengan total warga terdampak mencapai 12 ribu jiwa.

BPBD Kabupaten Karawang berkolaborasi dengan PMI, Baznas, sejumlah yayasan, BBWS, dan PDAM untuk menyalurkan lebih dari 237.000 liter air bersih. Sinergi antarlembaga ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Sementara itu, di Kabupaten Bekasi, krisis air bersih melanda 6 desa di 3 kecamatan. BPBD Kabupaten Bekasi telah mengirimkan bantuan air bersih ke 26 lokasi berbeda untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

"Krisis air melanda Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, dan Bojongmangu. Kami mencatat ada 2.787 kepala keluarga atau 7.634 jiwa yang mengalami krisis air bersih," ungkap Sekretaris BPBD Kabupaten Bekasi, Agus Suparno.

Pemantauan dan pendistribusian air bersih masih terus dilakukan secara intensif di seluruh wilayah terdampak di Jawa Barat guna mengantisipasi perluasan dampak kekeringan yang lebih luas. (SG/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |