Ilustrasi BRICS(Anadolu )
PARA pemimpin negara-negara BRICS secara resmi mengecam pelanggaran yang terus berlangsung terhadap kedaulatan Libanon. Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Sabtu (12/9/2026), blok tersebut menyerukan Israel untuk segera menarik pasukannya dari wilayah Libanon yang diduduki.
Pernyataan tersebut diterbitkan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang berlangsung di New Delhi, India. Para pemimpin menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan integritas teritorial negara-negara di Timur Tengah.
Tuntutan Penarikan Pasukan dari Libanon
Dalam dokumen kesepakatan tersebut, BRICS menyoroti situasi keamanan yang tidak stabil di perbatasan Libanon. Mereka mendesak agar gencatan senjata dihormati sepenuhnya oleh pihak-pihak yang bertikai.
“Kami mengecam pelanggaran yang terus berlangsung terhadap gencatan senjata serta kedaulatan dan keutuhan wilayah Libanon,” bunyi pernyataan bersama tersebut sebagaimana dikutip dari Sputnik/RIA Novosti.
Lebih lanjut, para pemimpin BRICS memberikan seruan tegas kepada Israel. “Kami menyerukan Israel menghormati ketentuan yang telah disepakati dengan pemerintah Libanon dan menarik pasukan pendudukan dari seluruh wilayah Libanon yang masih dikuasai,” tegas mereka.
Komitmen Terhadap Kedaulatan Suriah
Selain isu Libanon, KTT BRICS di New Delhi juga memberikan perhatian khusus pada krisis di Suriah. Para pemimpin menyatakan komitmen kolektif mereka terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah.
Terdapat beberapa poin krusial yang ditekankan terkait situasi di Suriah:
- Penolakan Terorisme: Mendesak Suriah untuk dengan tegas menentang segala bentuk terorisme dan ekstremisme.
- Langkah Konkret: Meminta pengambilan langkah nyata untuk menanggapi kekhawatiran masyarakat internasional terkait ancaman terorisme global.
- Penarikan Pasukan Asing: Menegaskan kembali perlunya penarikan seluruh pasukan pendudukan dari wilayah Suriah guna memulihkan stabilitas nasional.
| Kedaulatan Libanon | Mengecam pelanggaran gencatan senjata dan menuntut Israel tarik pasukan. |
| Integritas Suriah | Komitmen pada persatuan wilayah dan penarikan pasukan pendudukan. |
| Isu Terorisme | Mendesak langkah konkret melawan ekstremisme di kawasan. |
| Lokasi KTT | New Delhi, India (September 2026). |
Sikap tegas ini mencerminkan posisi BRICS yang semakin vokal dalam urusan geopolitik global, khususnya dalam menentang tindakan yang dianggap melanggar kedaulatan negara berdaulat di kawasan Timur Tengah. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)


















































