KTT BRICS 2026: Prabowo Tegaskan Kesiapan Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Dunia

1 week ago 22
 Prabowo Tegaskan Kesiapan Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan Dunia Presiden Prabowo Subianto menghadiri rangkaian hari kedua KTT BRICS 2026.(BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk meningkatkan kontribusi bagi ketahanan pangan dunia. Hal ini seiring dengan penguatan kapasitas produksi pangan nasional yang telah bertransformasi secara signifikan.

Berdasarkan keterangan Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Minggu (13/9), Prabowo menyampaikan komitmen tersebut dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, India.

"Selama bertahun-tahun, Indonesia merupakan importir terbesar biji-bijian, beras, dan jagung. Kini, kita telah menjadi eksportir dan akan mampu meningkatkan dukungan untuk seluruh dunia," ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, transformasi dari negara importir menjadi eksportir menunjukkan bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi kapasitas melalui pembangunan dan penguatan kemampuan nasional yang terukur. Ia meyakini potensi serupa juga dimiliki oleh negara-negara anggota BRICS jika kekuatan masing-masing dapat dihubungkan dan dioptimalkan secara kolektif.

Mengubah Tantangan Menjadi Peluang

Prabowo menekankan bahwa berbagai tantangan global yang saling berkaitan saat ini tidak seharusnya dipandang sebagai hambatan semata. Sebaliknya, hal tersebut dapat diubah menjadi peluang melalui penguatan kerja sama antarnegara.

"Bersama-sama kita dapat mengubah tantangan-tantangan yang saling terkait ini menjadi peluang untuk investasi yang lebih besar, industri yang lebih kuat, dan lebih banyak lapangan kerja serta peluang yang lebih baik bagi rakyat kita. Pertumbuhan yang menjangkau jutaan rakyat kita akan membuat bangsa kita lebih tangguh," tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden menilai ketangguhan suatu negara berkaitan erat dengan sejauh mana pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas. Oleh karena itu, pembangunan inklusif dan inovasi menjadi elemen krusial dalam meningkatkan kapasitas bersama di tingkat global.

Tawaran Industrialisasi Bersama

Dalam konteks BRICS, Prabowo menyoroti bahwa negara-negara anggota memiliki sumber daya, kapasitas produksi, dan kekuatan ekonomi yang saling melengkapi. Sinergi ini dapat dioptimalkan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi seluruh anggota.

"BRICS sudah menjadi rantai pasokan. Tugas kita adalah menghubungkan dan mengoptimalkannya sehingga kekuatan yang ada ini dapat menjadi sumber nilai yang lebih besar bagi kita semua," katanya.

Sebagai langkah konkret, Presiden Prabowo menawarkan gagasan industrialisasi bersama kepada para pemimpin BRICS. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan sumber daya dan kapasitas yang dimiliki negara-negara anggota secara bersama-sama.

"Oleh karena itu, izinkan saya menawarkan sesuatu yang konkret. Mari kita melakukan industrialisasi bersama dan mari kita optimalkan sumber daya dan kapasitas yang kita miliki bersama," pungkas Prabowo. (Ant/E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |