Kylian Mbappe Kritik Meme Diktator: Kurang Kesadaran Politik dan Kemanusiaan

2 hours ago 3
 Kurang Kesadaran Politik dan Kemanusiaan Penyerang Real Madrid Kylian Mbappe(AFP/Thomas COEX)

BINTANG Real Madrid dan timnas Prancis, Kylian Mbappe, akhirnya angkat bicara mengenai fenomena meme viral di jagat maya yang menggambarkan dirinya sebagai sosok diktator.

Meski menyadari adanya unsur humor dalam unggahan tersebut, Mbappe melontarkan kritik tajam karena menilai perbandingan itu menunjukkan kurangnya kesadaran politik dan kemanusiaan terhadap isu-isu sensitif.

Meme yang beredar luas tersebut menampilkan Mbappe mengenakan seragam militer perwira tinggi. Walaupun asal-usul pastinya belum teridentifikasi, narasi tersebut diduga kuat berkaitan dengan beberapa kontroversi, termasuk keputusan hukum Mbappe menggugat pemilik kedai kebab pada 2024 karena penggunaan namanya tanpa izin, serta spekulasi mengenai besarnya pengaruh sang pemain di internal klub, baik di Paris Saint-Germain (PSG) maupun Real Madrid.

Kritik Terhadap Perbandingan Sejarah

Dalam wawancaranya dengan media Prancis, L'Equipe, Mbappe menegaskan bahwa membandingkan seorang atlet dengan tokoh otoriter yang memiliki rekam jejak kelam dalam sejarah adalah hal yang tidak patut.

"Di satu sisi, saya tahu itu dilakukan dengan cara yang ringan dan tidak dimaksudkan untuk dibawa terlalu jauh, tetapi itu mungkin menunjukkan kurangnya kesadaran politik dan kemanusiaan pada orang-orang," ujar Mbappe sebagaimana dikutip di Jakarta, Sabtu (12/9).

Ia menambahkan bahwa perbandingan tersebut seolah mengabaikan dampak serius yang ditimbulkan oleh para diktator di dunia nyata.

"Untuk dibandingkan dengan orang-orang yang membunuh orang lain, atau yang telah menyebabkan kesengsaraan bagi jutaan dan jutaan orang. Saya rasa saya tidak pernah melakukan sesuatu seperti itu dalam hidup saya," tegasnya.

Julukan 'Mobutu' dari Ousmane Dembele

Selain meme seragam militer, Mbappe juga menanggapi julukan "Mobutu" yang disematkan rekan setimnya di timnas Prancis, Ousmane Dembele. Nama tersebut merujuk pada Mobutu Sese Seko, diktator yang memimpin Republik Demokratik Kongo (dahulu Zaire) pada periode 1965-1997.

Namun, Mbappe menanggapi julukan dari sahabatnya itu dengan lebih santai. Menurutnya, apa yang dilakukan Dembele murni merupakan candaan internal antarpemain.

"Ousmane memang berbeda. Dia menemukannya di media sosial! Dia hanya sedang bercanda," kata pemain berusia 27 tahun tersebut.

Performa di Lapangan Hijau

Terlepas dari kegaduhan di media sosial, Mbappe tetap menunjukkan ketajamannya di atas lapangan. Pada awal musim ini, ia telah membukukan lima gol dalam lima pertandingan bersama Los Blancos.

Mbappe dijadwalkan akan kembali memperkuat lini serang Real Madrid dalam laga lanjutan La Liga melawan Rayo Vallecano pada Minggu (13/9). Fokus sang penyerang kini tertuju pada upaya mempertahankan konsistensi mencetak gol demi menjaga posisi Real Madrid di papan atas klasemen.

Statistik Kylian Mbappe (Awal Musim 2026):

  • Pertandingan: 5
  • Gol: 5
  • Klub: Real Madrid
  • Laga Berikutnya: vs Rayo Vallecano (13 September 2026)

(Ant/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |