Petugas Brimob Polda Kepri memadamkan kebakaran lahan di kawasan Galang, Batam. Kondisi vegetasi yang kering meningkatkan risiko api cepat meluas.(MI/HENDRI KREMER)
KONDISI vegetasi yang mengering meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Batam, Kepulauan Riau. Dalam dua hari terakhir, kebakaran lahan dilaporkan melanda kawasan Galang dan Nongsa, memicu respons cepat dari aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan api.
Kebakaran pertama terjadi di kawasan Tanjung Kertang, Simpang Cate, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, pada Selasa (8/9). Tim SAR Satbrimob Polda Kepri mengerahkan 17 personel di bawah pimpinan Ipda Biliko Jasyadimisrad untuk melakukan penanganan di lokasi.
Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan pemadaman menggunakan peralatan lengkap. Selain mematikan api utama, petugas juga melakukan proses pendinginan (cooling down) pada area yang terbakar guna memastikan tidak ada bara api tersisa yang berpotensi menyulut kebakaran susulan.
Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana api dilaporkan padam sepenuhnya sekitar pukul 16.10 WIB. Berdasarkan pengecekan di lapangan, vegetasi di lokasi tersebut memang dalam kondisi sangat kering, sehingga pohon dan rumput menjadi material yang sangat mudah terbakar. Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerugian material dalam insiden di Galang ini.
Sehari sebelumnya, Senin (7/9), kebakaran lahan juga melanda kawasan Nongsa. Personel piket Polsek Nongsa bersama Direktorat Samapta Polda Kepri dan petugas pemadam kebakaran BP Batam merespons laporan kebakaran semak belukar di sisi kiri Jalan Kavling Sambau, tepat setelah Perumahan Wonderland, Kelurahan Batu Besar.
Petugas gabungan berhasil mengendalikan api dan memastikan lokasi kembali aman serta kondusif setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang menjalar.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, menegaskan bahwa kepolisian terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah dengan vegetasi kering yang rentan terbakar.
“Setiap laporan masyarakat langsung kami respons dengan mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman, pendinginan, dan pemantauan guna memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul,” ujar Nona, Minggu (13/9).
Ia menambahkan bahwa pencegahan adalah kunci utama dalam mengantisipasi meluasnya kebakaran. Oleh karena itu, patroli rutin dan pemantauan di kawasan rawan terus diintensifkan. Polda Kepri juga mengeluarkan peringatan keras kepada warga agar tidak melakukan pembakaran lahan, termasuk membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan temuan titik api atau aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran melalui layanan kepolisian 110 yang tersedia 24 jam.
“Pencegahan kebakaran lahan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan dan segera melaporkan setiap potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin,” pungkasnya. (H-2)


















































