Lebih dari 10 Ribu Hektare Sawah di Indramayu Terancam Puso

3 hours ago 12
Lebih dari 10 Ribu Hektare Sawah di Indramayu Terancam Puso Lahan sawah di Kabupaten Indramayu yang retak akibat kekeringan.(Dok KNTA Indramayu)

DAMPAK kekeringan, puluhan hektare tanaman padi di Kabupaten Indramayu terancam gagal panen (puso). 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, sekitar 10.673 hektare areal tanaman padi di Kabupaten Indramayu terancam puso. 

“Petani banyak yang khawatir. Jika pasokan air tidak segera digelontorkan ke sawah-sawah mereka, ancaman gagal panen tinggal menunggu waktu,” tutur Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu, Sutatang, Selasa (21/7). 

Jika sampai terjadi puso, maka produksi beras di Kabupaten Indramayu pun akan berkurang. 

Ada pun tanaman padi yang terancam puso tersebar di enam kecamatan, masing-masing  Kecamatan Sukra seluas 2500 hektare dari luas areal sawah 3.445 hektare, Kecamatan Patrol seluas  2.100 hektare dari total 3.175 hektare sawah. Ada pula Kecamatan Anjatan seluas 2.000 hektare yang mengalami kekeringan dari total luas lahan  6.150 hektare, Kecamatan Bongas yang luas lahan kekeringan mencapai 500 hektare dari total luas lahan 5 ribu hektare. 

Selanjutnya Kecamatan Gabuswetan ada 1.573 lahan yang terdampak kekeringan dari total 6.740 hektare dan terakhir di Kecamatan Kandanghaur yang luas lahan terdampak kekeringan mencapai 2 ribu hektare dari total luas lahan 5.400 hektare. 

“Umur tanaman padi di wilayah yang terdampak kekeringan berkisar 7 hingga 25 hari,” tutur Sutatang. 

Di salah satu areal persawahan yang mengalami kekeringan di Desa Pranti, Kecamatan Kandanghaur, tanah di areal persawahan terlihat sudah retak-retak dan mengering akibat lama tak mendapat pasokan air. Namun tanaman padi yang tumbuh diatasnya, masih terlihat berwarna hijau sehingga ada potensi untuk bisa diselamatkan. 

Ditambahkan Sutatang, areal tanaman padi yang terdampak kekeringan berada di Indramayu barat yang pasokan airnya berasal dari Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, dengan titik baginya di Bendung Salamdarma. 

“KTNA Kabupaten Indramayu bersama dengan pengurus KTNA dari enam kecamatan  sudah mengajukan permohonan audensi dengan pihak Unit Pelayanan Irigasi untuk dilakukan penggelontoran air untuk menyelamatkan tanaman padi,” tutur Sutatang. (UL/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |