Lima Kebiasaan Buruk yang Harus Dihentikan demi Kesehatan Kulit

6 days ago 4
Lima Kebiasaan Buruk yang Harus Dihentikan demi Kesehatan Kulit Ilustrasi.(Magnific)

MENJAGA kebersihan wajah, menggunakan pelembap, dan rutin memakai tabir surya spektrum luas adalah dasar perawatan kulit yang sudah banyak diketahui. Namun, para ahli dermatologi menekankan bahwa apa yang Anda hentikan sama pentingnya dengan apa yang Anda lakukan.

Elizabeth Bahar Houshmand, seorang dermatolog asal Dallas, mengungkapkan salah satu kesalahpahaman terbesar adalah anggapan bahwa perawatan kulit harus agresif atau rumit agar efektif. Berikut adalah lima kebiasaan yang disarankan para ahli untuk segera Anda tinggalkan demi kesehatan kulit yang lebih baik.

1. Mandi dengan Air Terlalu Panas

Mandi air panas memang menenangkan, terutama saat cuaca dingin. Namun, Houshmand memperingatkan bahwa suhu air yang terlalu tinggi dapat merusak skin barrier (lapisan pelindung kulit) dengan mengikis lemak dan minyak alami kulit. Hal ini memicu kekeringan dan iritasi.

Solusinya: Gunakan air suam-suam kuku. Jika Anda terbiasa dengan air panas, cobalah turunkan suhunya secara bertahap. Segera aplikasikan pelembap saat kulit masih lembap setelah mandi untuk mengunci hidrasi.

2. Rutinitas Skincare yang Terlalu Rumit

Menggunakan terlalu banyak produk dengan bahan aktif secara bersamaan—seperti AHA untuk eksfoliasi, retinoid untuk kerutan, dan vitamin C untuk mencerahkan—justru berisiko memicu iritasi dan meniadakan manfaat masing-masing produk.

Joshua Zeichner dari Mount Sinai Hospital menambahkan bahwa pembersihan wajah yang berlebihan hingga terasa "kesat" sebenarnya menandakan kulit mengalami kekeringan yang berbahaya.

Solusinya: Sederhanakan rutinitas Anda. Cukup gunakan pembersih, pelembap, dan tabir surya di siang hari, serta pembersih, serum, dan pelembap di malam hari. Jika ingin melakukan double cleanse, gunakan pembersih berbasis air diikuti pembersih berbasis minyak agar kulit tidak terlalu kering.

3. Tidur Tanpa Membersihkan Wajah

Tidur dengan sisa riasan, tabir surya, minyak, dan polutan lingkungan dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Namun, para ahli memahami bahwa terkadang seseorang terlalu lelah untuk melakukan rutinitas lengkap.

Solusinya: Gunakan micellar water dengan kapas sebagai solusi cepat. Jika terpaksa, tisu pembersih wajah (makeup wipes) khusus kulit sensitif lebih baik daripada tidak membersihkan wajah sama sekali, meski tetap disarankan untuk membilas wajah dengan air sejuk setelahnya.

4. Memencet Jerawat

Memencet atau menekan jerawat dapat mendorong bakteri dan minyak lebih dalam ke bawah permukaan kulit. Menurut Susan Taylor dari University of Pennsylvania, hal ini meningkatkan risiko infeksi, abses, hingga bekas luka permanen atau hiperpigmentasi.

Solusinya: Gunakan pimple patch untuk mencegah tangan menyentuh jerawat. Gunakan krim totol yang mengandung benzoyl peroxide, asam salisilat, atau sulfur untuk mengeringkan jerawat secara aman. Jika jerawat terasa sangat nyeri dan besar, segera konsultasikan ke dermatolog.

5. Percaya Buta pada Label Alami

Produk berlabel "alami" tidak menjamin keamanan bagi semua jenis kulit. Bahan-bahan seperti minyak esensial, wewangian, dan ekstrak tumbuhan tertentu sering kali menjadi pemicu dermatitis kontak atau ruam gatal, terutama pada pemilik kulit sensitif atau eksim.

Solusinya: Lakukan riset mandiri dan jangan hanya terpaku pada label pemasaran. Bagi pemilik kondisi kulit tertentu seperti rosacea atau eksim, pilihlah formulasi bebas pewangi (fragrance-free) yang fokus mendukung kekuatan skin barrier. Konsultasikan dengan ahli untuk mendapatkan regimen yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan unik kulit Anda. (The Washington Post/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |