Jadwal Liverpool vs Nottingham Forest.(Google)
TIM Liverpool bakal menjamu Nottingham Forest pada laga pekan kedua Liga Primer Inggris 2026-2027 di Stadion Anfield, Sabtu (29/8). The Reds membidik poin penuh demi mengobati kekecewaan usai ditahan imbang 2-2 oleh Newcastle United pada laga pembuka.
Liverpool mengantongi catatan impresif di kandang dengan memenangi laga kandang pertama dalam 12 dari 13 musim terakhir Liga Primer. Satu-satunya hasil minor terjadi saat bermain imbang 1-1 menghadapi Crystal Palace pada musim 2022-2023.
Kendati demikian, Forest menjadi sandungan nyata bagi tuan rumah. Klub tamu sukses mencuri kemenangan dalam dua kunjungan terakhir ke Anfield di ajang Liga Primer. Bahkan sejak promosi pada 2022, Forest tercatat sebagai tim yang paling sering mengalahkan Liverpool di liga, yakni sebanyak tiga kali.
Ketajaman lini serang Forest saat bertandang juga patut diwaspadai. Mereka selalu membobol gawang lawan dalam 10 laga tandang terakhir di Liga Primer, termasuk mengemas 15 gol hanya dalam lima laga tandang pemungkas musim lalu.
Di sisi lain, Liverpool sedang berjuang mengakhiri tren negatif setelah gagal menang dalam lima laga terakhir di Liga Primer dengan rincian tiga kali imbang dan dua kalah. Catatan itu menjadi yang terpanjang sejak periode kelam mereka pada Mei hingga September 2012.
Bek Liverpool, Jeremie Frimpong, mengungkapkan pesan khusus dari sang pelatih, Andoni Iraola, menjelang laga. "Pesannya adalah menyelesaikan peluang dan setiap aksi karena itu yang memberi hasil," ujar Frimpong dikutip dari laman resmi klub, liverpoolfc.com.
Frimpong mengakui timnya masih dalam proses adaptasi di bawah asuhan Iraola yang baru memegang kendali skuad musim ini. "Setiap pelatih punya sistem sendiri. Butuh waktu bagi kami untuk menyesuaikan diri dan terbiasa dengannya," katanya.
Frimpong juga menilai calon lawannya berpotensi merepotkan setelah sempat menyaksikan penampilan Forest pada laga pramusim melawan Bayer Leverkusen. "Saya sudah melihat Forest. Mereka bermain bagus dan sangat kuat. Jadi, ini akan menjadi pertandingan yang sulit," tutur Frimpong.
Sementara itu, Iraola menekankan bahwa kelengahan lini belakang saat kebobolan pada laga sebelumnya bukan tanggung jawab individu semata, melainkan evaluasi bagi kolektivitas tim. "Itu bukan hanya karena satu orang. Kami harus beradaptasi sebagai tim terhadap situasi seperti itu dan tahu bahwa hal tersebut bisa terjadi," kata Iraola. (Ndf/P-3)


















































