Logistik NTT Melimpah, Distribusi Jadi Tantangan

3 weeks ago 4
Logistik NTT Melimpah, Distribusi Jadi Tantangan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.(BNPB)

PEMERINTAH memastikan persediaan logistik bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kondisi mencukupi. Fokus utama penanganan kini bergeser dari pengiriman bantuan antarpulau menjadi penembusan jalur terakhir (last mile) menuju warga yang mengungsi secara mandiri di desa-desa terpencil.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa bantuan telah menumpuk di titik-titik distribusi utama. Namun, tantangan geografis dan sebaran lokasi pengungsian menuntut penggunaan armada kecil dengan mobilitas tinggi.

"Jadi sekarang tidak ada masalah distribusi (dari pusat). Kendalanya memang karena gempanya banyak, 143 kali yang terasa, sehingga masyarakat Flores masih takut," ujar Suharyanto dalam rapat koordinasi, Rabu (26/8).

Data Distribusi Logistik Utama

Pemerintah mengoperasikan tiga hub logistik utama di Halim Perdanakusuma (Jakarta), Labuan Bajo, dan Maumere. Berikut adalah rincian volume bantuan yang dikelola:

Titik Distribusi Bantuan Masuk (Ton) Telah Didistribusikan (Ton) Cakupan Wilayah
Halim Perdanakusuma 2.032 1.539 Nasional ke NTT
Labuan Bajo 2.069* 1.035 Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo
Maumere 448 332,9 Sikka, Ende, Ngada

*Termasuk bantuan langsung dan kiriman dari Halim.

Strategi Penembusan Jalur Darat

Berbeda dengan penanganan tsunami Aceh yang sangat bergantung pada jalur udara, akses jalan di NTT saat ini dilaporkan masih dapat dilalui kendaraan darat. Oleh karena itu, BNPB mengerahkan 90 truk (50 dari Labuan Bajo dan 40 dari Maumere) serta 200 sepeda motor untuk menjangkau jalan-jalan sempit di pedesaan.

Mobilisasi bantuan juga diperkuat oleh personel TNI, termasuk batalion bantuan tempur yang melakukan distribusi dengan berjalan kaki ke titik terjauh. Secara total, terdapat 23 pesawat, 17 helikopter, dan 12 kapal yang disiagakan untuk mendukung pergerakan logistik dan personel.

Pemulihan Infrastruktur dan Layanan Kesehatan

Di sektor kesehatan, pemerintah menghadapi tantangan psikologis di mana 19 puskesmas belum beroperasi penuh karena kekhawatiran akan gempa susulan. Sebagai solusi, 122 tenda pelayanan didirikan di luar bangunan. Selain itu, dua kapal rumah sakit (KRI dr. Soeharso dan RS Kapal Kesatria Airlangga) serta dua rumah sakit lapangan di Nagekeo dan Ruteng telah beroperasi.

Status Pemulihan Infrastruktur:

  • Listrik: 100% pulih (Kecuali Pulau Palue: 84,59%).
  • Telekomunikasi: 100% pulih.
  • BBM: Pasokan kembali normal.

Suharyanto menegaskan bahwa tantangan saat ini bukan lagi ketersediaan barang, melainkan kecepatan distribusi dari tingkat kecamatan menuju desa-desa. "Logistiknya banyak, tidak ada kesulitan dari Jakarta ke NTT. Yang kami butuhkan adalah waktu untuk sampai ke orangnya, baik naik motor maupun jalan kaki," pungkasnya. (Mir/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |