LRT Manggarai-Kelapa Gading Jadi Pengungkit Kawasan Terintegrasi Jakarta

2 weeks ago 27
LRT Manggarai-Kelapa Gading Jadi Pengungkit Kawasan Terintegrasi Jakarta Rencana operasional LRT Jakarta rute Manggarai-Kelapa Gading memperkuat konsep TOD di wilayah Jakarta Utara.(Dok. MI)

RENCANA pengoperasian LRT Jakarta rute Manggarai-Kelapa Gading bakal memperluas konektivitas transportasi massal sekaligus memperkuat integrasi kawasan di Jakarta.

Jalur ini tidak hanya menawarkan alternatif mobilitas baru bagi masyarakat. Konektivitas LRT juga berpotensi mendekatkan kawasan hunian dengan pusat bisnis, area komersial, fasilitas publik, dan simpul transportasi lainnya.

Perkembangan tersebut memperkuat penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD), yakni pengembangan kawasan yang menjadikan transportasi publik sebagai salah satu poros utama aktivitas perkotaan. Dalam konsep ini, hunian, tempat kerja, pusat perdagangan, hingga fasilitas publik dikembangkan agar semakin mudah dijangkau menggunakan angkutan massal.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kota modern membutuhkan integrasi antara hunian, tempat kerja, fasilitas publik, dan sistem transportasi.

“Ini adalah masa depan kita. Kota-kota maju modern di dunia, yang artinya kota itu juga adalah kota yang produktif, kota yang sehat, semua berorientasi pada sistem transit yang saling terhubung satu sama lain,” ujar AHY di Bekasi beberapa waktu lalu.

Menurut AHY, keberhasilan TOD tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur. Perubahan kebiasaan masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang aman, nyaman, dan terhubung juga menjadi faktor penting.

“Ini penting karena konsep TOD ini akan menjadi sangat efektif jika masyarakatnya punya mindset untuk lebih prefer, lebih memilih untuk menggunakan transportasi publik, tentunya yang nyaman dan aman,” katanya.

Sejalan dengan perkembangan jaringan transportasi massal tersebut, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon) mengembangkan sejumlah kawasan dengan konsep integrated township yang memadukan hunian, fasilitas komersial, ruang publik, dan akses transportasi.

LRT Perkuat Konektivitas Kelapa Gading

Di Kelapa Gading, kawasan Summarecon telah terkoneksi dengan LRT Jakarta melalui Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall.

Stasiun itu terhubung langsung dengan kawasan komersial melalui connecting bridge sepanjang sekitar 120 meter. Koneksi tersebut membuat penumpang dapat berpindah langsung dari angkutan massal menuju salah satu pusat aktivitas di kawasan Kelapa Gading.

Integrasi juga diperkuat melalui kerja sama naming rights antara Summarecon dan PT LRT Jakarta yang menghadirkan nama Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall.

Ketika jalur Manggarai-Kelapa Gading beroperasi, jangkauan LRT menuju kawasan tersebut akan semakin luas. Kehadiran jalur baru itu berpotensi meningkatkan akses masyarakat dari dan menuju Kelapa Gading sekaligus memperkuat keterhubungan dengan pusat kegiatan lainnya di Jakarta.

Bagi Summarecon, akses transportasi massal menjadi salah satu unsur dalam pengembangan kawasan. Konektivitas tidak hanya ditujukan untuk mempermudah mobilitas penghuni, tetapi juga membuka akses menuju pusat bisnis, komersial, pendidikan, dan fasilitas publik.

KRL hingga Whoosh Jadi Penghubung Kawasan

Pendekatan serupa diterapkan di kawasan Summarecon lainnya.

Di Bekasi, Summarecon Bekasi terhubung dengan jaringan KRL Commuter Line melalui Stasiun Bekasi Ekstensi. Stasiun tersebut dikembangkan untuk memperluas akses sekaligus membantu mendistribusikan arus penumpang dari dan menuju kawasan.

President Director Summarecon Adrianto P. Adhi mengatakan Stasiun Bekasi Ekstensi memiliki cakupan pelayanan yang berbeda dengan Stasiun Bekasi eksisting.

“Stasiun Bekasi Ekstensi akan lebih banyak melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sedangkan Stasiun Bekasi eksisting melayani masyarakat dari arah utara dan timur,” kata Adrianto.

Konektivitas Summarecon Bekasi sebelumnya juga diperkuat melalui pembangunan Flyover KH. Noer Ali bersama Pemerintah Kota Bekasi.

Sementara di Bandung, Summarecon Bandung terkoneksi dengan jaringan Kereta Cepat Whoosh melalui Stasiun Tegalluar Summarecon. Akses dari stasiun menuju kawasan didukung Jembatan Cibiru Hilir dan layanan shuttle bus.

Kerja sama naming rights pada stasiun tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara simpul transportasi dan kawasan.

Di Tangerang, integrasi transportasi masih berada pada tahap penjajakan melalui rencana pengembangan MRT Jakarta Koridor Timur-Barat, khususnya rute Kembangan-Balaraja.

Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang termasuk kawasan yang berada dalam penjajakan konektivitas dengan jaringan tersebut.

Jika terealisasi, jalur MRT itu berpotensi memperkuat konektivitas Jakarta Barat dengan Tangerang hingga sejumlah kawasan pertumbuhan di Banten. Akses menuju hunian, pusat bisnis, perdagangan, dan fasilitas publik pun dapat semakin terbuka.

Transportasi Massal Bentuk Pusat Pertumbuhan Baru

Perkembangan LRT, KRL, MRT, dan Kereta Cepat menunjukkan perubahan fungsi transportasi massal dalam pembangunan perkotaan.

Stasiun tidak lagi sekadar menjadi tempat naik dan turun penumpang, tetapi dapat berkembang menjadi simpul yang menghubungkan hunian, tempat kerja, fasilitas publik, pusat perdagangan, dan ruang komersial.

Konsep tersebut menjadi bagian dari pengembangan integrated township Summarecon. Hunian, pusat komersial, fasilitas pendidikan, ruang publik, dan akses transportasi dikembangkan dalam satu ekosistem kawasan yang saling terhubung.

Semakin luasnya jaringan angkutan massal membuat integrasi transportasi dan tata ruang menjadi semakin penting. Tantangannya bukan hanya membangun jalur dan stasiun, tetapi memastikan masyarakat dapat bergerak dari rumah menuju tempat kerja maupun pusat aktivitas lain dengan mudah tanpa bergantung sepenuhnya pada kendaraan pribadi.

Bagi Summarecon, konektivitas dengan transportasi massal menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas sekaligus mendukung kualitas hidup masyarakat perkotaan. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |