Mahasiswa Teknik Elektro Unimal Aceh Raih Dua Penghargaan Internasional di Malaysia

1 week ago 5
Mahasiswa Teknik Elektro Unimal Aceh Raih Dua Penghargaan Internasional di Malaysia Ilustrasi(Dok Unimal Aceh)

Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh semakin memperkokoh eksistensinya di kancah internasional. Dua tim mahasiswa dari Program Studi Teknik Elektro kampus kebanggaan masyarakat Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe tersebut berhasil memboyong dua penghargaan bergengsi tingkat dunia.

Prestasi berupa Silver Award ini diraih melalui inovasi teknologi dalam ajang internasional yang diselenggarakan oleh Kolej Vokasional Sultan Ahmad Shah, Malaysia, pada 15 September 2026.

Inovasi Machine Learning dan Alat Kesehatan

Penghargaan pertama diraih melalui proyek bertajuk "State of Charge Estimation Experiment on Machine Learning-Based Hybrid Energy Harvesting System Using ESP32". Inovasi ini memfokuskan pada eksperimen estimasi State of Charge (SoC) berbasis machine learning pada sistem pemanen energi hibrida dengan memanfaatkan mikrokontroler ESP32.

Tim pertama ini beranggotakan Teuku Imam Fradhean Fred, Muhammad Fathi Annaqi Lubis, Azzuhra Nayla Evana Saragih, dan Riki Azril.

Sementara itu, penghargaan kedua diraih oleh tim yang mengembangkan proyek “Development of a Bluetooth-Based Electronic Stethoscope with a Music Feature to Support Child-Friendly Examinations”. Inovasi stetoskop elektronik berbasis Bluetooth ini dilengkapi fitur musik untuk mendukung pemeriksaan kesehatan yang ramah anak. Tim kedua ini terdiri dari Novra, Gianina Inaya, Nyak Qurratu Aini, dan Rafli Hamdan Farabi. Kedua tim tersebut dibimbing langsung oleh Prof. Arnawan Hasibuan.

Apresiasi dan Harapan Kampus

Koordinator Program Studi Teknik Elektro Unimal, Teuku Multazam, menyatakan bahwa pencapaian ini membuktikan mahasiswa Unimal tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang kompetitif di level global.

“Kami sangat mengapresiasi prestasi ini. Dua Silver Award ini menunjukkan mahasiswa Teknik Elektro Unimal memiliki kreativitas, kemampuan teknis, dan keberanian membawa hasil inovasinya ke tingkat internasional,” ujar Teuku Multazam kepada Media Indonesia, Sabtu (12/9).

Multazam, yang merupakan putra asal Meunasah Mulieng, Meureudu, Pidie Jaya, berharap prestasi ini memotivasi mahasiswa lain untuk lebih aktif dalam penelitian dan kompetisi. Ia menekankan pentingnya implementasi ilmu menjadi karya yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin budaya inovasi terus tumbuh. Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi pengembang teknologi di bidang energi, elektronika, IoT, hingga kecerdasan buatan,” tambahnya.

Indikator Positif Pengembangan Akademik

Ketua Jurusan Teknik Elektro Unimal, Prof. Arnawan Hasibuan, didampingi Sekretaris Jurusan Andik Bintoro, menegaskan bahwa prestasi internasional ini merupakan indikator positif bagi pengembangan kegiatan akademik di jurusan tersebut.

“Prestasi ini adalah hasil semangat mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan multidisiplin. Penguasaan teknologi seperti machine learning, sistem energi, dan komunikasi Bluetooth menjadi modal penting menghadapi kebutuhan industri,” jelas Arnawan.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan dalam kompetisi internasional memberikan pengalaman berharga, terutama dalam kerja sama tim dan penyelesaian persoalan teknis. Pihak jurusan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan mahasiswa yang berorientasi pada riset dan inovasi guna memperkuat budaya akademik di lingkungan Universitas Malikussaleh. (H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |