Manggala Agni Padamkan 8,5 Hektare Karhutla di Hutan Lindung Mapur Bangka

3 hours ago 1
Manggala Agni Padamkan 8,5 Hektare Karhutla di Hutan Lindung Mapur Bangka Manggala Agni tengah memadamkan karhutla di Bangka Belitung.(Dok. Antara)

PERSONEL Manggala Agni Daops Sumatra XIV/Banyuasin berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan hutan lindung di Desa Mapur, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Langkah cepat ini dilakukan guna mencegah kobaran api meluas ke area yang lebih besar.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Ferdian Krisnanto, mengonfirmasi bahwa tim gabungan telah turun ke lapangan untuk menjinakkan api di kawasan konservasi tersebut pada Kamis (20/8).

“Hari ini, tim memadamkan karhutla di hutan lindung Desa Mapur,” ujar Ferdian di Pangkalpinang, Kamis.

Dampak Kebakaran di Lahan Gambut

Kebakaran yang terjadi di Kecamatan Riau Silip tersebut menghanguskan sekitar 8,5 hektare vegetasi hutan. Area yang terbakar meliputi hutan kayu pelawan, rengas, mentagor, meranti, pelempang, tanaman sapu-sapu, hingga semak belukar.

Ferdian menjelaskan bahwa tantangan utama dalam pemadaman ini adalah karakteristik lahan yang merupakan gambut dengan kedalaman mencapai kurang lebih tiga meter. Api dilaporkan mulai muncul pada pukul 08.30 WIB.

“Berkat kerja keras tim gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatra XIV/Banyuasin, pemerintah daerah, dan masyarakat Desa Mapur, api berhasil dipadamkan pada pukul 13.10 WIB,” jelasnya.

Ferdian menambahkan bahwa satu tim personel dari Daops Manggala Agni Banyuasin, Sumatra Selatan, sengaja dikirim untuk membantu operasi di Pulau Bangka guna memperkuat penanganan karhutla oleh pemerintah daerah setempat.

Waspada Dampak El Nino

Kondisi kemarau ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino saat ini membuat wilayah Bangka Belitung sangat rawan terhadap karhutla. Oleh karena itu, masyarakat diimbau keras untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu munculnya titik api.

“Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan, jangan membakar sampah di tempat-tempat rawan, dan jangan meninggalkan api yang masih menyala. Jangan sampai perilaku kita merugikan dan merusak alam ini,” tegas Ferdian. (Ant/H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |