Marc Marquez(AFP)
Pebalap Ducati, Marc Marquez, mengaku tidak menyangka bisa kembali memuncaki klasemen MotoGP musim ini. Kepastian tersebut didapat setelah ia berhasil meraih kemenangan gemilang pada MotoGP San Marino yang berlangsung Minggu (13/9).
Keberhasilan ini menjadi momen emosional bagi Marquez, mengingat ia sempat menepi dari lintasan balap untuk menjalani serangkaian operasi pada bagian kaki dan bahunya. Kemenangan di San Marino sekaligus melengkapi dominasinya akhir pekan ini setelah sebelumnya juga memenangi sesi sprint race pada Sabtu (12/9).
Dominasi Keluarga Marquez di Podium
Dalam balapan tersebut, Marc Marquez berhasil finis di posisi terdepan, diikuti oleh adiknya, Alex Marquez, yang menempati podium kedua. Sementara itu, pebalap muda dari tim KTM, Pedro Acosta, melengkapi urutan tiga besar.
Tambahan poin penuh dari balapan ini membuat Marquez kini mengoleksi total 274 poin. Jumlah tersebut sejatinya sama dengan perolehan poin Jorge Martin, namun Marquez berhak menduduki posisi puncak klasemen karena unggul dalam jumlah kemenangan balapan utama.
"Ini seperti hadiah. Saya sudah keluar, saya sudah selesai, tetapi sekarang kami memimpin. Bagaimana bisa? Saya tidak tahu," ujar Marquez sebagaimana dikutip dari AFP.
Fokus Konsistensi Poin
Kemenangan di San Marino merupakan kemenangan kelima Marquez dalam tujuh balapan terakhir. Meski sedang dalam tren positif, pebalap berjuluk The Baby Alien itu menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menjaga konsistensi dan mengamankan poin di setiap seri tersisa.
"Yang paling penting adalah kami mengambil poin di sini dan memimpin," tegasnya.
Di sisi lain, nasib kurang beruntung dialami oleh Marco Bezzecchi. Pebalap Aprilia tersebut gagal menyelesaikan balapan setelah terjatuh pada lap pertama. Akibat insiden ini, Bezzecchi kini tertinggal 33 poin dari persaingan ketat antara Marquez dan Martin di papan atas.
Menanggapi kegagalan rivalnya, Marquez tetap bersikap rendah hati dan waspada. "Bezzecchi membuat sedikit kesalahan, tetapi pada balapan berikutnya kami bisa menjadi pebalap itu (yang terjatuh). Saya manusia," kata Marquez.
Menutup pernyataannya, Marquez menyatakan kesiapannya menghadapi seri-seri berikutnya dengan mentalitas yang lebih stabil. "Saya merasa sangat tenang dan rileks dan akan berusaha memberikan yang terbaik," pungkasnya. (AFP/E-3)


















































