Petugas medis memeriksa kesehatan gigi siswa PAUD di salah satu pusat perbelanjaan Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026)(ANTARA FOTO/Hasrul Said)
WAKIL Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan gigi telah dimasukkan sebagai bagian integral dari Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Layanan promotif ini mencakup pemeriksaan yang dapat diakses langsung di lingkungan sekolah guna mendeteksi masalah kesehatan gigi pada anak sejak usia dini.
"Pemeriksaan gigi sudah masuk ke dalam Cek Kesehatan Gratis. Cek kesehatan gratis itu di dalamnya termasuk pemeriksaan gigi. Ini masukan dari PDGI juga," ujar Dante saat menghadiri peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, Kamis (17/9).
Dante menjelaskan bahwa pemeriksaan gigi di sekolah dirancang agar masyarakat tidak harus menunggu hingga timbulnya rasa sakit atau keluhan berat untuk memeriksakan kesehatan gigi ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Berdasarkan data dari hasil pemeriksaan CKG sejauh ini, terungkap fakta yang mengkhawatirkan mengenai tingginya prevalensi masalah gigi pada anak-anak di Indonesia. Tercatat sebanyak 41 persen anak yang menjalani pemeriksaan kedapatan mengalami gigi berlubang.
"Jadi kita ketemu 41 persen anak-anak di Indonesia yang diperiksa giginya itu mempunyai gigi berlubang. Jadi, 4 dari 10 anak-anak mempunyai gigi berlubang," tegas Dante.
Temuan tersebut, menurutnya, menjadi landasan kuat bagi pemerintah untuk terus mendorong penguatan upaya preventif dan promotif kesehatan gigi secara masif di lingkungan institusi pendidikan dasar.
Upaya pencegahan dini dapat dimulai dengan menjaga kekuatan lapisan pelindung gigi atau enamel melalui kebiasaan menyikat gigi menggunakan teknik yang benar. Selain cara penyikatan, Dante juga menekankan pentingnya memerhatikan ketepatan waktu membersihkan gigi.
Ia menganjurkan masyarakat untuk rutin menyikat gigi pada dua waktu utama, yakni sesudah sarapan pagi dan sebelum tidur malam, guna memastikan kebersihan rongga mulut terjaga serta mencegah penumpukan sisa makanan.
"Kemudian yang kedua, waktu menyikat gigi juga harus benar. Itu biasanya kita anjurkan sesudah sarapan dan sebelum tidur, supaya giginya bersih, tidak tersisa makanan," jelasnya.
Lebih lanjut, Dante mengingatkan bahwa kesehatan gigi dan mulut memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ia mencontohkan infeksi bakteri Streptococcus beta-haemolyticus grup A yang bermula dari masalah gigi berlubang dapat memicu gangguan pada katup jantung, berujung pada Penyakit Jantung Rematik (PJR).
"Kalau penyakit jantung rematik ini menyerang anak-anak karena giginya berlubang, maka kesehatan anak-anak itu menjadi terganggu dan biasanya penyakit jantungnya muncul pada usia muda," pungkas Wamenkes.
(Ant/P-4)


















































