Masuk ke Pasar Bahan Bakar Bersih, Bio Friends Berinvestasi di Indonesia

4 hours ago 4
Masuk ke Pasar Bahan Bakar Bersih, Bio Friends Berinvestasi di Indonesia Manajemen Bio Friends Inc menandatangani perjanjian kerja sama investasi dengan mitranya dari Indonesia untuk membangun pabrik yang memproduksi bahan bakar bersih.(ISTIMEWA)

BIO Friends Inc mulai mengembangkan bahan bakar bersih di Indonesia. Hal itu seiring dengan ditandatanganinya perjanjian investasi dengan mitra Indonesianya di pabrik produksi Dimethyl Ether (DME) Bio Friends di Boeun, Chungcheongbuk-do, Korea, untuk mengembangkan pabrik produksi DME.

Melalui perjanjian ini, Bio Friends akan mempercepat masuk ke pasar bahan bakar bersih Indonesia.

Jae Moon Park, Direktur Utama PT Bio Friends Indonesia mengatakan, perjanjian ini  dilaksanakan melalui PT Bio Friends Indonesia (BFINDO), anak perusahaan lokal Indonesia dari Bio Friends Inc., bersama dengan mitra yang sudah ada, yaitu PT Arasy Energi Indonesia (AEI) dan PT Dimethyl Ether Nusantara (DEN), anak perusahaan baru yang didirikan oleh NEI.

NEI adalah perusahaan investasi Indonesia dengan aset bisnis dan infrastruktur terkait kapal, peralatan pertambangan skala besar, truk berat, dan logistik industri. NEI diharapkan berpartisipasi tidak hanya sebagai investor, tetapi juga sebagai calon pembeli potensial yang dapat memanfaatkan DME sebagai bahan bakar mesin bersih di masa depan.

"Proyek ini juga diharapkan mendukung arah kebijakan pemerintah Indonesia untuk memperluas penggunaan bahan bakar bersih yang ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor seperti LPG dan diesel," jelas Jae Moon Park di Bandung, Rabu 29 Juli 2026.

Dia mengungkapkan proyek DME Indonesia bertujuan untuk membangun pabrik produksi DME berkapasitas 10.000 ton per tahun di Sidoarjo, Jawa Timur. Total biaya konstruksi diperkirakan sekitar USD 12 juta, yang direncanakan akan didanai melalui investasi ekuitas dari perusahaan yang berpartisipasi dan pembiayaan proyek.

"Perjanjian ini disusun bukan hanya sebagai investasi tunai, tetapi sebagai kerangka kerja bersama untuk menarik investor tambahan dari Korea dan Indonesia serta untuk bersama-sama mencari pendanaan untuk proyek tersebut," jelasnya.


HAK MILIK EKSKLUSIF


Pemegang saham Korea, termasuk Bio Friends, lanjutnya, akan memegang gabungan kepemilikan saham sebesar 51% di perusahaan proyek.

Pada 2026, para pihak berencana untuk melanjutkan rekayasa dasar untuk pabrik tersebut, bersama dengan studi kelayakan proyek yang mencakup aspek teknis, keuangan, lingkungan, dan sosial. Mereka juga akan berupaya mengamankan izin-izin utama, termasuk KKPR, izin lingkungan, dan PBG, serta akuisisi lahan, perjanjian pasokan bahan baku metanol, dan perjanjian pembelian yang mencakup setidaknya 70% dari volume produksi pabrik.

Proyek ini bertujuan untuk memulai produksi dan pasokan 10.000 ton DME per tahun pada 2028.

"Bio Friends akan menyediakan teknologi produksi DME, rekayasa dasar, dan pengetahuan operasional proses untuk proyek tersebut, sementara mitra Indonesia akan bertanggung jawab atas perizinan lokal, koordinasi EPC, pembiayaan, dukungan operasional, dan pengembangan pasar," kata Jae Moon Park.  

Perjanjian tersebut, lanjutnya, juga secara jelas mencerminkan bahwa teknologi DME, data rekayasa, pengetahuan operasional, dan kekayaan intelektual terkait yang disediakan oleh Bio Friends tetap menjadi hak milik eksklusif Bio Friends.

Secara khusus, Bio Friends juga sedang meninjau proyek-proyek CCU lanjutan di Indonesia berdasarkan teknologi demonstrasi CO2-ke-Metanol yang saat ini sedang dikembangkan di pabrik demonstrasi metanol CCU Danyang di Korea.

NEI dan AEI telah menyatakan minat yang kuat pada model bisnis yang menangkap CO2 dari gas buang yang dikeluarkan oleh pabrik semen, perusahaan baja, dan perusahaan pembangkit listrik di Indonesia, dan mengubah CO2 yang ditangkap menjadi metanol dan DME. Para pihak juga sedang membahas pengembangan bersama proyek metanol hijau dan DME hijau berkapasitas 100.000 ton per tahun bekerja sama dengan Bio Friends.

"Proyek ekspansi ini dapat berkembang menjadi platform terintegrasi bahan bakar bersih berbasis CCU yang menggabungkan teknologi produksi DME Bio Friends dengan teknologi penangkapan dan konversi CO2, sintesis metanol, dan konversi DME," tambah Jae Moon Park.

Dengan memanfaatkan CO2 yang dihasilkan dari industri semen, baja, dan pembangkit listrik di Indonesia dan mengubahnya menjadi metanol dan DME, proyek ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan karbon industri, substitusi bahan bakar impor, dan pengembangan rantai pasokan bahan bakar bersih di Indonesia.


APLIKASI LUAS


DME adalah produk energi generasi berikutnya yang memiliki karakteristik penanganan serupa dengan LPG sekaligus menawarkan potensi yang kuat sebagai bahan bakar bersih. Di Indonesia, ketergantungan impor LPG masih tinggi dan geografi kepulauan negara ini menciptakan permintaan yang kuat untuk solusi energi terdistribusi. DME diharapkan memiliki potensi aplikasi yang luas di kapal laut, peralatan pelabuhan, generator listrik, boiler industri, peralatan logistik berat, dan aplikasi bahan bakar bersih lainnya.

"Partisipasi NEI sangat berarti bagi proyek DME Indonesia karena aset NEI, termasuk kapal, crane, dan truk berat, dapat menyediakan platform aplikasi bahan bakar praktis untuk DME," tandasnya.

Pada fase pertama, para pihak akan fokus pada produksi dan pasokan 10.000 ton DME per tahun.

Pada fase berikutnya, mereka berencana untuk memperluas bisnis ke proyek bahan bakar DME dengan kapasitas lebih dari 100.000 ton per tahun, menerapkan bahan bakar mesin DME pada peralatan, kapal, dan infrastruktur logistik milik NEI sendiri.

Untuk lebih memperkuat kemitraan, NEI juga telah mengusulkan Perjanjian Pengembangan Proyek lanjutan dengan Bio Friends untuk secara aktif mengembangkan bisnis bahan bakar bersih Indonesia.

"Melalui kerja sama ini, para pihak berencana untuk secara bertahap mewujudkan proyek komersialisasi skala besar yang mencakup produksi DME, aplikasi bahan bakar DME, produksi metanol hijau berbasis CCU dan DME hijau, pengembangan pembeli, pembiayaan, dan perluasan pasar," pungkas Jae Moon Park.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |