Memahami Desil 1-10 dalam DTSEN Kemensos dan Kriteria Penerima Bansos

1 month ago 10
Memahami Desil 1-10 dalam DTSEN Kemensos dan Kriteria Penerima Bansos Memahami Desil 1-10.(Dok. Antara)

DALAM sistem perlindungan sosial di Indonesia, istilah "Desil" sering muncul sebagai indikator utama penentuan penerima bantuan. Berdasarkan data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau DTSEN Kemensos per Agustus 2026, desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan peringkat tingkat kesejahteraan yang dibagi menjadi 10 kelompok, di mana masing-masing kelompok mewakili sekitar 10% dari total populasi keluarga.

Prinsip dasar pembagian ini adalah semakin kecil angka desilnya, maka semakin rendah tingkat kesejahteraan keluarga tersebut. Berikut adalah rincian pembagian desil dan gambaran posisi kesejahteraannya:

Desil Posisi Kesejahteraan Gambaran Sederhana
Desil 1 10% Paling Bawah Miskin & Miskin Ekstrem (Prioritas Utama)
Desil 2 11-20% Terbawah Kesejahteraan Sangat Rendah
Desil 3 21-30% Terbawah Kesejahteraan Rendah / Rentan
Desil 4 31-40% Terbawah Kelompok Kesejahteraan Terbawah
Desil 5 41-50% Menengah-Bawah
Desil 6-10 51-100% Menengah hingga Kesejahteraan Tertinggi

Hubungan Desil dengan Program Bantuan Sosial

Penentuan desil sangat krusial bagi calon penerima manfaat. Berdasarkan informasi resmi Cek Bansos Kemensos, terdapat pembagian prioritas usulan bantuan sebagai berikut:

  • Desil 1-4: Kelompok ini dapat diusulkan sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako (BPNT). Namun, masuk dalam desil ini tidak otomatis menerima bantuan, karena tetap bergantung pada hasil analisis konteks saat ini dan kuota program.
  • Desil 5: Kelompok ini dapat diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), di mana iuran JKN dibayarkan oleh pemerintah.
  • Desil 6-10: Berada di luar kelompok prioritas untuk bantuan reguler seperti PKH dan Sembako.

Faktor Penentu dan Mitos Batas Gaji

Penting untuk dipahami bahwa desil bukan ditentukan hanya berdasarkan nominal gaji bulanan. Pemeringkatan menggunakan berbagai variabel sosial ekonomi, meliputi pekerjaan, tingkat pendidikan anggota keluarga, kondisi fisik rumah, daya listrik, hingga kepemilikan aset.

Oleh karena itu, dua keluarga dengan penghasilan yang sama bisa berada di desil yang berbeda jika salah satu keluarga memiliki tanggungan anggota keluarga lebih banyak atau kondisi rumah yang lebih memprihatinkan. Data ini bersifat dinamis dan dimutakhirkan secara periodik oleh BPS dan Kemensos.

Catatan Penting:

Pemerintah kini menerapkan pemeringkatan desil di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota. Untuk program bersumber APBN, peringkat nasional menjadi acuan utama, sementara intervensi APBD dapat mempertimbangkan peringkat daerah sesuai kebijakan pemerintah setempat.

Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data desil yang tercatat dapat mengajukan pembaruan data melalui mekanisme di desa/kelurahan, dinas sosial setempat, atau melalui fitur usul-sanggah di aplikasi Cek Bansos. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |