(MI)
PENINGKATAN jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia menjadi tantangan yang memerlukan perhatian serius, terutama dalam aspek kemandirian dan kualitas hidup. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) semester I 2026, jumlah lansia mencapai 34 juta jiwa atau 12 persen dari total penduduk, dan diprediksi melonjak hingga 40 juta jiwa pada 2030.
Merespons kondisi tersebut, tim dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Respati Indonesia (Urindo) Jakarta memberikan pelatihan tentang microgreen kepada 20 lansia di RT 005/RW 05, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada 1 September. Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Reni Nurjasmi, menjelaskan bahwa pengenalan microgreen sangat penting karena banyak lansia memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai pangan fungsional dan budi daya tanaman di lahan sempit.
"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat lansia melalui budi daya dan pengolahan microgreen sebagai sumber pangan sehat yang dapat diterapkan pada lahan terbatas," ujar Reni, Selasa (10/9). Menurut Reni, lansia tidak hanya membutuhkan dukungan kesehatan, tetapi juga aktivitas produktif untuk meningkatkan peran sosial dan kemampuan memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri di lingkungan perkotaan.
Dalam sesi praktik, salah satu anggota tim, Maria Aditia Wahyuningrum, memaparkan bahwa peserta dilatih membudidayakan microgreen pakcoy menggunakan media tanam cocopeat pada wadah plastik thin wall. Proses ini meliputi persiapan media, penanaman, pemeliharaan, hingga pemanenan.
"Peserta juga memanfaatkan hasil panen untuk diolah menjadi berbagai produk pangan sehat seperti salad, jus, sandwich, dan telur dadar. Ini menunjukkan teknologi pertanian sederhana dapat mendukung ketahanan pangan keluarga dan aktivitas produktif lansia," jelas Maria.
Sementara itu, Siti M. Sholihah menambahkan bahwa microgreen ialah tanaman muda yang dipanen pada fase awal pertumbuhan. Tanaman ini memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional karena kaya akan vitamin, mineral, karotenoid, dan senyawa fenolik.
"Budi daya microgreen menjadi alternatif teknologi pertanian perkotaan (urban agriculture) yang sesuai untuk lansia karena siklus produksinya singkat, kebutuhan ruang rendah, dan bisa dilakukan di area kecil seperti teras rumah," kata Siti. (I-2)


















































