Menag: MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama

1 week ago 21
 MTQ Nasional 2026 di Jawa Tengah Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, bukan sekadar ajang kompetisi bagi umat Islam.(Dok. Istimewa)

Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, bukan sekadar ajang kompetisi bagi umat Islam. Ia menilai perhelatan ini telah bertransformasi menjadi pesta rakyat yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang agama.

Hal tersebut disampaikan Nasaruddin dalam acara Malam Ta’aruf MTQ Nasional XXXI yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Jumat malam, 11 September 2026. Menurutnya, kemeriahan MTQ di Indonesia membuktikan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an mampu menghadirkan kegembiraan dan mempererat persaudaraan seluruh elemen bangsa.

“MTQ dimeriahkan bukan hanya oleh umat Islam, tetapi juga menjadi pesta rakyat bagi masyarakat dari semua agama. Inilah Indonesia,” ujar Nasaruddin. Ia mencontohkan praktik toleransi serupa di daerah lain, seperti keterlibatan umat Muslim dalam Pesparawi di Manokwari, serta partisipasi paduan suara gereja yang menyanyikan Mars MTQ di Sulawesi Utara.

Kiblat MTQ Internasional dan Perubahan Frekuensi

Nasaruddin menyebut Indonesia kini menjadi salah satu kiblat penyelenggaraan MTQ di tingkat internasional karena skala pelaksanaannya yang masif dan melibatkan dukungan penuh pemerintah daerah serta masyarakat luas. Mengingat tingginya antusiasme daerah untuk menjadi tuan rumah, Kementerian Agama memutuskan untuk menyelenggarakan MTQ Nasional setiap tahun agar kesempatan bagi daerah semakin terbuka lebar.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan kesiapan penuh provinsi tersebut setelah terakhir kali menjadi tuan rumah pada 47 tahun silam (1979). Penyelenggaraan kali ini diharapkan tidak hanya sukses secara syiar, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Jawa Tengah.

Indikator Penyelenggaraan Data Statistik
Total Peserta 2.242 Orang
Jumlah Cabang & Golongan 8 Cabang & 24 Golongan
Dewan Hakim 155 Orang
Estimasi Tamu/Kafilah 7.831 Orang
Provinsi Terlibat 37 Provinsi

Inovasi dan Dampak Ekonomi

Sekretaris Umum LPTQ Nasional, Muchlis Muhammad Hanafi, menjelaskan bahwa MTQ tahun ini menghadirkan inovasi berupa eksibisi cabang tilawah bagi penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Kompetisi mencakup berbagai tingkatan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dengan materi lomba hafalan 1 hingga 30 juz serta tafsir Al-Qur’an dalam tiga bahasa.

Dari sisi ekonomi, Gubernur Ahmad Luthfi melaporkan bahwa kehadiran ribuan tamu telah memberikan stimulus bagi sektor pariwisata di Semarang. Okupansi hotel dilaporkan penuh dan jasa penyewaan kendaraan mengalami lonjakan pesanan. "Malam ini ada Gubernur Bengkulu, Kalimantan Utara, serta Papua Barat Daya yang hadir. Besok direncanakan 17 gubernur akan menghadiri pembukaan," pungkas Luthfi.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |