Mengapa Gen Z Menua Lebih Cepat daripada Orangtua Mereka?

1 week ago 21
Mengapa Gen Z Menua Lebih Cepat daripada Orangtua Mereka? Ilustrasi.(Magnific)

PROSES penuaan dari muda menjadi tua adalah hal yang alami. Namun, sesuatu tampaknya sedang mempercepat proses tersebut pada Generasi Z (Gen Z). Penuaan yang terakselerasi ini disinyalir menjadi salah satu alasan di balik meningkatnya angka kasus kanker di kalangan dewasa muda.

Selain itu, kesehatan mental Gen Z juga terus menurun. Mereka tampaknya menderita epidemi kesepian yang berdampak nyata pada kesejahteraan fisik dan mental mereka.

Berbagai penyakit tersebut merupakan gejala dari pergeseran gaya hidup, pola makan, dan kebiasaan kognitif. Para ilmuwan menyatakan bahwa kerusakan ini bahkan dapat terlihat pada tingkat molekuler, yang memicu penuaan dini pada Gen Z secara masif.

Memahami Usia Biologis vs Usia Kronologis

Ketika mendengar kata usia, kebanyakan orang berpikir tentang usia kronologis, yaitu jumlah waktu yang telah berlalu sejak seseorang lahir. Namun, para ahli biologi menggunakan definisi yang berbeda untuk mengukur seberapa cepat tubuh seseorang mengalami penurunan fungsi pada tingkat sel, sebuah metrik yang disebut usia biologis.

Usia biologis mengukur indikator fisiologis, seperti kekuatan genggaman tangan, serta indikator epigenetik, seperti panjang telomere dan metilasi DNA. Usia biologis juga dapat dihitung melalui tes darah dengan menganalisis kadar protein serta gula tertentu, kemudian membandingkannya dengan kelompok usia individu tersebut.

Studi pada tahun 2026 menggabungkan beberapa tes untuk membandingkan usia biologis dari berbagai generasi. Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa Gen Z menua lebih cepat daripada orangtua mereka pada usia yang sama. Para peneliti mengajukan beberapa penyebab potensial.

Dewasa muda saat ini memiliki tingkat diabetes onset dini, obesitas, dan sindrom metabolik yang lebih tinggi. Hal ini bertepatan dengan melonjaknya konsumsi makanan ultra-proses (ultra-processed foods), gaya hidup sedenter (kurang bergerak), gangguan ritme sirkadian, serta peningkatan paparan polutan lingkungan.

Paradoks Generasi paling Sadar Kesehatan

Secara umum, Gen Z sebenarnya menolak banyak kebiasaan buruk generasi pendahulu mereka. Di satu sisi, dewasa muda saat ini lebih sedikit merokok, mengurangi konsumsi alkohol, dan lebih fokus pada kebugaran fisik.

Beberapa dokter bahkan menyebut Gen Z sebagai generasi yang paling sadar akan kesehatan. Sayangnya, menghindari kebiasaan buruk dan pergi ke pusat kebugaran saja tidak cukup.

Gen Z dan Milenial tumbuh di era yang belum pernah terjadi. Tahun-tahun perkembangan mereka sangat dipengaruhi oleh kebangkitan internet, yaitu hiburan, sosialisasi, dan pekerjaan dapat diakses tanpa harus beranjak dari tempat tidur.

Hal ini memicu lonjakan gaya hidup sedenter. Langkah karantina selama pandemi covid-19 beberapa tahun lalu semakin memperkuat budaya kurang bergerak ini ke dalam keseimbangan kerja-hidup, tepat di saat banyak anggota Gen Z memasuki usia dewasa.

Para peneliti percaya bahwa gaya hidup sedenter dan isolasi sosial bertanggung jawab atas meningkatnya angka obesitas, depresi, kecemasan, penyakit jantung, gangguan perhatian, dan kualitas tidur yang buruk.

Faktor Lingkungan dan Stres Sosial

Tentu saja, ada faktor penuaan di kalangan Gen Z yang terjadi bukan karena pilihan mereka sendiri. Meskipun belum ada hubungan definitif yang dipastikan, para peneliti meyakini bahwa mikroplastik dalam makanan dan air mungkin berperan dalam peningkatan angka kanker yang terlihat pada dewasa muda.

Stresor sosial juga menjadi hal yang sulit dihindari, seperti siklus berita 24 jam yang terus-menerus, tingginya biaya hidup, inflasi, serta persaingan yang sengit dalam mencari pekerjaan.

Belum Terlambat untuk Memperlambat Penuaan

Kabar baiknya, belum terlambat bagi Gen Z. Menurut para ahli, penuaan seluler dapat diperlambat melalui manajemen stres yang baik, mengurangi waktu yang dihabiskan di dunia maya (screen time), meningkatkan kualitas tidur, dan meminimalkan paparan toksin lingkungan seperti mikroplastik.

Meskipun tantangan yang dihadapi belum pernah ada, Gen Z dapat memanfaatkan kebijaksanaan dari generasi yang lebih tua serta ilmu kesehatan modern untuk memperlambat laju penuaan cepat mereka. (Sciencing/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |