Mengapa Korban Penyekapan Bandung Sulit Kabur?

3 hours ago 4

Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026). Polda Jabar menangkap Taufik Hidayat yang berstatus daftar pencarian orang di Kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung yang selanjutnya akan diperiksa atas kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita berinisial YTR selama tiga tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami perempuan berinisial YTR (29 tahun) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyita perhatian publik. Korban diduga selama tiga tahun oleh kekasihnya bernama Taufik Hidayat hingga mengalami luka fisik serius.

Saat ditemukan, kondisi YTR sangat memprihatinkan. la terancam kehilangan penglihatannya, mengalami luka pada bibir atas akibat digunting, serta memiliki banyak bekas luka backan dan pukulan di tangan dan kaki.

Psikolog dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Dr Amanda Pasca Rini, mengungkapkan bahwa korban biasanya tidak mudah melarikan diri dari situasi yang dialaminya. Salah satu penyebabnya adalah kondisi tonic immobility, yaitu respons membeku akibat syok berat yang muncul setelah korban mengalami peristiwa traumatis secara berulang.

"Korban cenderung mengalami tonic immobility atau kondisi diam akibat syok berat karena peristiwa traumatis yang bertubi-tubi. Tonic immobility merupakan respons refleks biologis di mana seseorang tiba-tiba membeku, tidak dapat bergerak, berbicara, atau melawan ketika menghadapi rasa takut yang ekstrem atau trauma hebat," kata Dr Amanda saat dihubungi Republika, Selasa (23/6/2026).

Selain itu, Amanda menilai relasi kuasa dalam hubungan juga berperan besar. Menurutnya, dominasi yang dilakukan pelaku dapat membuat korban berada pada posisi inferior sehingga sulit mengambil keputusan untuk melawan ataupun melarikan diri.

"Di samping itu relasi kuasa berperan untuk mendominasi membuat korban menjadi inferior," kata Dr Amanda yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya periode 2026-2029.

Korban YTR diketahui pertama kali mengenal pelaku dalam sebuah konser di Kota Bandung pada 2023. Setelah menjalin hubungan dengan pelaku, korban disebut mulai berubah dan perlahan hilang kontak dengan keluarganya.

Hal ini menjadi pengingat bahwa perempuan perlu lebih berhati-hati dalam membuka hubungan baru. Menurut Amanda ada beberapa tanda toxic relationship yang wajib diperhatikan untuk mencegah kasus serupa terjadi.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |