Mengenal Campak pada Anak, dari Gejala hingga Cara Perawatan di Rumah

1 week ago 7
Mengenal Campak pada Anak, dari Gejala hingga Cara Perawatan di Rumah Ilustrasi(magnifik)

Campak merupakan penyakit akibat infeksi virus yang sangat mudah menular khususnya pada anak anak. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dan dapat ditandai dengan demam, batuk, pilek, serta ruam yang menyebar ke seluruh tubuh.

Penularan campak terjadi melalui udara dan percikan dari saluran pernapasan ketika orang yang terinfeksi bernapas, batuk, atau bersin. Campak dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kematian. 

Mengenal Campak

Campak disebabkan oleh infeksi virus campak dari genus Morbillivirus dalam famili Paramyxoviridae, yang juga dikenal sebagai virus rubeola. Setelah terpapar, gejala campak biasanya mulai muncul dalam waktu 7–14 hari. Ruam merah di badan menjadi salah satu tanda penyakit yang paling terlihat. 

Gejala awal campak biasanya berlangsung selama 4-7 hari dan dapat meliputi:

  • Demam
  • Pilek
  • Batuk
  • Mata merah dan berair
  • Bintik-bintik putih kecil di bagian dalam pipi 

Ruam biasanya muncul 3-5 hari setelah gejala pertama. Ruam umumnya dimulai dari wajah dan leher bagian atas, kemudian menyebar ke badan, lengan, kaki hingga telapak kaki. Ruam biasanya berlangsung sekitar 4–8 hari sebelum memudar.

Komplikasi akibat Campak

Campak dapat menyebabkan komplikasi, terutama pada anak-anak. Sebagian besar kematian akibat campak berkaitan dengan komplikasi penyakit tersebut. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  • Kebutaan
  • Ensefalitis, yaitu infeksi yang menyebabkan pembengkakan otak dan dapat menyebabkan kerusakan otak.
  • Diare berat dan dehidrasi
  • Infeksi telinga
  • Gangguan pernapasan berat, termasuk pneumonia.

Komplikasi lebih berisiko terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun, terutama anak dengan kekurangan gizi atau sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Apa yang Harus Dilakukan di Rumah?

Jika gejala campak yang dialami anak tergolong ringan, beberapa perawatan dapat dilakukan di rumah untuk membantu meredakan keluhan dan menjaga kondisi tubuh. Langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pastikan anak cukup istirahat. Berikan waktu tidur dan istirahat yang cukup di tempat yang nyaman agar anak tidak terlalu banyak beraktivitas.
  • Penuhi kebutuhan cairan. Berikan air putih, susu, atau makanan berkuah untuk membantu mencegah dehidrasi, terutama saat anak mengalami demam.
  • Redakan demam. Kompres hangat dapat membantu membuat anak lebih nyaman. Obat penurun demam seperti parasetamol dapat diberikan sesuai dosis untuk anak jika demam membuatnya tidak nyaman.
  • Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan. Anak dapat dimandikan dengan air hangat. Pakaian dan sprei juga perlu diganti secara rutin agar tetap bersih.
  • Kurangi paparan cahaya terang. Mata anak dapat menjadi lebih sensitif terhadap cahaya selama mengalami campak. Karena itu, buat kondisi ruangan tetap nyaman bagi anak.
  • Tetap berikan makanan bergizi. Asupan makanan diperlukan untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama anak menjalani masa pemulihan.

Waspadai Tanda Bahaya

Perawatan di rumah perlu disertai dengan pemantauan kondisi anak. Segera bawa anak ke dokter jika muncul tanda-tanda seperti:

  • Sesak napas atau napas cepat
  • Kejang
  • Sangat lemas atau tidak mau makan dan minum
  • Muntah terus-menerus
  • Terdapat darah dalam muntahan atau tinja
  • Demam tinggi yang berlangsung lebih dari tiga hari atau ruam tidak kunjung membaik

Campak pada anak dengan gejala ringan dapat membaik dengan perawatan suportif di rumah. Namun, jika kondisi anak memburuk atau muncul tanda bahaya, pemeriksaan dokter diperlukan agar anak mendapat penanganan yang sesuai.

Sumber: Alodokter, Centers for Disease Control and Prevention, WHO

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |