principessa cake dari Sant Ambroeus(Marco Postigo Storel/CNN)
KOTA New York dikenal gemar mempopulerkan tren kuliner sesaat kepada khalayak luas, mulai dari cupcake Magnolia Bakery, cronut, hingga kue-kue viral di media sosial. Kendati banyak tren datang dan pergi, hidangan penutup (dessert) sejati seharusnya menawarkan lebih dari sekadar sensasi visual sesaat.
Di antara beragam pilihan manis, tidak ada hidangan yang mewakili keanggunan, warisan resep, dan keahlian tinggi selain principessa cake milik Sant Ambroeus. Kafe bergaya Milan yang kini memiliki 10 lokasi ini menyajikan kue ikatan tradisi yang sangat memikat: bolu lembut berpadu krim kuning beraroma lemon, ditumpuk dengan whipped cream, lalu dibungkus lapisan marzipan berwarna merah muda yang elegan.
Sejak tahun 1930-an saat Sant Ambroeus berdiri di Milan, puluhan tahun sebelum merambah dunia kuliner New York pada 1980-an, princess cake telah menjadi penutup andalan. Sebanyak 400 potong kue dijual setiap hari di seluruh dunia. Variasi kue asal Swedia (prinsesstårta) yang telah disesuaikan untuk masyarakat metropolitan ini sukses memikat kalangan fashion, publisis papan atas, hingga jurnalis media ternama. Bahkan, aktris Lindsay Lohan turut menghadirkan kue ini dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-40.
Daise Bedolla, seorang editor di Into the Gloss, mengenang pengalamannya menikmati kue ini sejak masih menjadi mahasiswa di New York.
"Dengar ya, kue itu untuk semua usia. Namun saya pikir ada sedikit kesan elegan saat mendapatkan kue yang sangat dewasa, anggun, dan canggih dari Sant Ambroeus," ujar Bedolla.
"Saya merasa seperti berada di film 'Marie Antoinette' karya Sofia Coppola setiap kali memakan sepotong kue ini."
Tak hanya populer di meja makan, kue ini bahkan menginspirasi merek gaya hidup mewah Flamingo Estate untuk meluncurkan produk sabun, lilin, dan minyak wangi beraroma khas marzipan khas kue tersebut. Aaron Harvey, Kepala Kreatif Flamingo Estate, memuji konsistensi dari kue tersebut.
"Sangat mudah untuk membuat sesuatu dengan baik sekali atau dua kali, tetapi jenis kenikmatan harian yang konsisten dan tidak tergoyahkan seperti itu sangat jarang terjadi," kata Harvey.
"Ada keabadian pada Princess Cake. Kue ini indah tetapi tidak dekoratif secara berlebihan, manis tetapi tidak bikin enek. Ini adalah kebalikan dari hal-hal berkonsep Dubai Chocolate Fun-fetti Unicorn yang tampaknya sedang dibicarakan semua orang," tambahnya.
Direktur Kuliner Sant Ambroeus, Iacopo Falai, menjelaskan rahasia kelezatan kue ini terletak pada penampilan serta gigitan pertama yang disajikan.
"Ini adalah kombinasi antara warna, rasa, dan fakta bahwa kue ini sangat menggemaskan," kata Falai.
"Tekstur dari krim kocok dan krim pastry membuatnya sangat lezat, dan gigitan pertama seorang tamu sangat penting bagi saya."
Hingga kini, setiap koki pastry yang bergabung dengan Sant Ambroeus harus menjalani pelatihan ketat guna menjaga konsistensi resep legendaris berusia 90 tahun tersebut.
"Sangat menarik untuk melakukan hal yang sama setiap hari dan melakukannya dengan baik," tutur Falai.
"Sungguh luar biasa dan, dalam satu sisi, merupakan bentuk seni tersendiri." (CNN/Z-2)
















































