Ilustrasi.(Magnific)
KECEPATAN jalan kaki yang tinggi kini tidak lagi sekadar dianggap sebagai tanda kebugaran atau sifat tidak sabaran. Para peneliti kini mengakuinya sebagai indikator utama kesehatan otak dan umur panjang.
Kelompok yang dijuluki sebagai super movers ini telah menarik minat para ilmuwan selama bertahun-tahun. Studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology memperkuat bukti tersebut: orang berusia 80-an yang kecepatan jalannya setara dengan orang berusia 50-an mengalami penuaan yang lebih lambat dan kesehatan keseluruhan yang lebih baik.
Apa Itu Super Movers?
Didefinisikan sebagai individu yang berjalan jauh lebih cepat daripada rata-rata kelompok usianya, 'super movers' tidak hanya menikmati umur yang lebih panjang. Mereka juga memiliki risiko 48% lebih rendah untuk mengalami penurunan kognitif.
Studi yang melibatkan hampir 5.000 pria dan wanita lanjut usia ini menemukan bahwa kelompok ini mempertahankan fungsi kognitif yang tajam lebih lama. Bahkan ketika tanda-tanda penurunan muncul, kondisinya berkembang dengan kecepatan yang jauh lebih lambat.
Mengapa Kecepatan Jalan Menjadi Indikator Penuaan?
Joanna Hall, ilmuwan olahraga dan pendiri WalkActive Method, menjelaskan bahwa kecepatan jalan kaki berfungsi seperti dashboard bagi tubuh. "Ini mencerminkan banyak sistem berbeda yang bekerja bersama secara bersamaan," ujarnya.
Saat berjalan, otak memproses lingkungan dan mengoordinasikan gerakan, sistem kardiovaskular menyuplai energi, otot menghasilkan tenaga, sistem keseimbangan menjaga tubuh tetap tegak, dan sendi memerlukan mobilitas yang cukup. Kecepatan jalan kaki menjadi jendela untuk melihat seberapa mampu seluruh tubuh Anda berfungsi.
Catatan Penting: Kecepatan jalan kaki bukan sekadar penyebab, melainkan penanda. Meningkatkan kecepatan secara paksa tidak otomatis mengurangi risiko demensia, tetapi membangun fondasi fisik (kekuatan, keseimbangan, koordinasi) akan memungkinkan kecepatan berkembang secara alami sebagai hasil dari kemampuan tubuh.
Cara Mengukur dan Meningkatkan Kemampuan Jalan
Meskipun penelitian menggunakan pengukuran presisi, Joanna Hall menyarankan tes sederhana yang bisa dilakukan siapa saja: "Dapatkah Anda berpindah gigi dengan nyaman saat dibutuhkan?" Misalnya, saat harus mengejar kereta atau menyeberang jalan dengan cepat.
Bagi mereka yang ingin meningkatkan kemampuan berjalannya, Hall menyarankan langkah-langkah berikut:
- Perbaiki Postur: Jangan sekadar condong ke depan dan terburu-buru. Berjalanlah dengan tegak dan ciptakan ruang pada tubuh.
- Gunakan Teknik yang Benar: Meningkatkan kecepatan pada pola gerakan yang salah hanya akan membebani area tubuh yang sudah berkompensasi.
- Latihan 'Pindah Gigi': Masukkan periode singkat saat Anda secara sadar mempercepat langkah selama berjalan, sebelum kembali ke kecepatan nyaman.
Pada akhirnya, tujuannya bukan sekadar mengejar angka langkah (step count), tetapi membuat setiap langkah tersebut berarti (make those steps count) untuk menjaga kapabilitas fisik selama berdekade-dekade ke depan. (Hello! Canada/I-2)


















































