Tim penyelamat bersiap mengevakuasi korban kapal feri penumpang Virgo Transport 8 yang terbalik saat membawa 243 orang dalam perjalanan dari Surabaya ke Banjarmasin, di aula pelabuhan sebelum menuju ke rumah sakit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada 13(AFP)
MENTERI Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran dan pihak terkait untuk memprioritaskan pencarian, evakuasi, serta pendataan penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di perairan Laut Jawa pada Minggu (13/9).
"Prioritas kami saat ini adalah mencari dan menyelamatkan sebanyak mungkin penumpang beserta awak kapal KMP Virgo Transport 8," ujar Menhub di Jakarta, Minggu.
Dalam kesempatan tersebut, Menhub menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi yang terjadi. Ia mendoakan para korban yang meninggal dunia dan berharap para korban selamat dapat segera pulih.
"Atas nama Pemerintah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas tragedi ini. Bagi korban yang meninggal dunia, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada korban selamat, saya berharap dapat segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala," tuturnya.
Ia juga menegaskan agar setiap penumpang yang berhasil ditemukan bisa langsung mendapatkan pertolongan medis secara maksimal.
Berdasarkan data operasional, KMP Virgo Transport 8 yang dinakhodai Arief Yunianto bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 WIB menuju Pelabuhan Banjarmasin. Manifest kapal mencatat total penumpang yang diangkut mencapai 243 orang.
Proses penyisiran dan evakuasi di titik kejadian terus dilakukan oleh tim gabungan secara intensif.
“Hingga sore hari ini, Basarnas berhasil mengevakuasi 107 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia. Sebanyak 136 penumpang masih dalam proses pencarian,” terang Menhub.
Mengenai penyebab pasti terjadinya kecelakaan, Menhub menyerahkan sepenuhnya proses investigasi kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia meminta publik dan media untuk bersabar serta memberikan ruang bagi tim ahli agar dapat bekerja secara profesional, independen, dan berbasis fakta.
“Kami tidak ingin mendahului investigasi KNKT. Yang terpenting, semoga penyebab kecelakaan ini dapat diketahui secara jelas dan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan keselamatan pelayaran di kemudian hari,” kata Menhub.
Sebagai penunjang penanganan darurat, Kementerian Perhubungan bersama Pelindo resmi membuka Posko Terpadu di Pelabuhan Trisakti. Fasilitas ini didirikan guna mempermudah alur koordinasi, proses penyelamatan, hingga pendataan seluruh korban.
"Terima kasih kepada Pelindo yang telah membantu menyiapkan Posko Terpadu ini. Saya berharap seluruh proses dapat berjalan dengan lancar dan bagi masyarakat yang merasa kehilangan keluarga, diharapkan segera melaporkan informasi tersebut kepada petugas posko," pungkas Menhub.
Menhub menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Basarnas, TNI/Polri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, tenaga kesehatan, operator kapal, dan seluruh unsur yang bahu-membahu dalam operasi kemanusiaan ini. (Ant/Z-2)


















































