ilustrasi(Antara)
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk melanjutkan sekaligus memperkuat penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Langkah ini menjadi salah satu prioritas awal setelah dirinya resmi mengemban amanah sebagai pimpinan di Kementerian Keuangan.
Suahasil menyampaikan bahwa upaya penangkapan terhadap berbagai kegiatan ilegal yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) saat ini sudah menunjukkan performa yang kuat. Ia memastikan intensitas pengawasan tersebut tidak akan kendor dan justru akan terus ditingkatkan.
"Pak Djaka (Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama) telah bekerja dengan teman-teman Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Sepemantauan saya, penangkapan kegiatan-kegiatan ilegalnya itu menjadi lebih kuat dan akan kita lanjutkan terus," ujar Suahasil dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (14/9).
Fokus Luas: Tidak Hanya Rokok Ilegal
Lebih lanjut, Suahasil menerangkan bahwa perhatian Bea Cukai tidak hanya tertuju pada komoditas rokok. Pengawasan ketat juga mencakup berbagai jenis barang dan aktivitas ilegal lainnya yang berpotensi merugikan negara.
"Yang ilegal itu bukan hanya rokok, tapi berbagai macam hal yang lain yang harusnya kita tangani," tegasnya.
Menurut Menkeu, tindakan tegas terhadap aktivitas ilegal merupakan bagian krusial dari fungsi Kementerian Keuangan dalam menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, penegakan hukum di sektor kepabeanan dan cukai berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dari gangguan barang-barang tidak resmi.
Profil Singkat Menkeu Baru
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Senin (14/9). Sebelum menduduki kursi Menkeu, Suahasil merupakan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) dalam Kabinet Merah Putih.
Penunjukan Suahasil mendapat perhatian publik mengingat rekam jejaknya yang panjang di bidang akademik dan kebijakan fiskal. Sebelum masuk ke jajaran pemerintahan, ia telah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan dikenal sebagai pakar kebijakan ekonomi yang memahami seluk-beluk birokrasi di internal Kementerian Keuangan. (Ant/E-3)


















































