Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago(MI/Devi Harahap)
APARAT keamanan menangkap sejumlah orang untuk diperiksa menjelang aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8). Pemeriksaan dilakukan sejak malam sebelum aksi berlangsung.
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago mengatakan, sejumlah orang tersebut telah diperiksa dan untuk sementara diamankan oleh aparat.
“Kapolda menyampaikan kepada saya dari sejak tadi malam itu dilakukan dan ada beberapa orang yang sudah kita periksa dan kita tahan untuk sementara itu,” kata Djamari usai jalan sehat bersama Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri dan Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis.
Djamari belum mengungkap jumlah orang yang diamankan maupun barang yang dibawa mereka. Menurutnya, informasi lebih lengkap akan disampaikan langsung oleh Kapolda Metro Jaya.
“Berapa orang yang sudah kita periksa? Ada. Mungkin nanti Kapolda akan menyampaikannya secara pers. Pernyataan pers ada berapa orang dan mereka sudah membawa apa saja, itu mungkin akan dipaparkan oleh Kapolda,” ujarnya.
Djamari menegaskan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang harus dilindungi. Karena itu, aparat keamanan akan mengawal aksi agar berlangsung aman dan aspirasi masyarakat dapat tersampaikan kepada DPR.
“Demo untuk menyampaikan pendapat di muka umum adalah sebuah hal yang biasa. Kita kawal supaya aspirasi ini tersalurkan dengan baik, diterima pula oleh anggota DPR dengan bagus,” katanya.
Di sisi lain, aparat juga mengantisipasi kemungkinan adanya kelompok lain yang menyusup ke dalam aksi. Langkah tersebut dilakukan dengan berkaca pada dinamika demonstrasi pada Agustus 2025.
“Kemudian untuk mencegah ada kelompok lain yang ingin masuk yang justru akan bisa mengaburkan, bahkan bisa menggagalkan aspirasi yang akan disampaikan,” ujar Djamari.
Ia memastikan masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi tetap mendapat perlindungan selama aksi berlangsung.
“Kita ingin masyarakat yang punya hak untuk menyampaikan aspirasi ini kepada DPR, kita lindungi, kita kawal supaya bulat masuk ke sana dan tidak ada yang mengganggu,” pungkasnya. (E-4)


















































