Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Sugiono (kanan) tiba untuk menghadiri pengajian akbar padepokan pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (20/6/2026).(PB IPSI)
MENTERI Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, secara resmi mendorong agar seni bela diri asli Indonesia, pencak silat, dapat dipertandingkan sebagai cabang olahraga eksibisi pada Olimpiade Brisbane 2032. Usulan ini disampaikan langsung dalam rangkaian kunjungan kerja di Melbourne, Australia.
Sugiono mengungkapkan bahwa permohonan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong. Langkah ini dinilai strategis mengingat pelaksanaan Olimpiade Brisbane dijadwalkan berlangsung pada 23 Juli hingga 8 Agustus 2032.
"Saya juga menyampaikan kepada Ibu Penny kemarin bahwa kami mohon agar pada saat Olimpiade Brisbane 2032 cabang olahraga pencak silat dipertandingkan sebagai cabang olahraga eksibisi," ujar Sugiono di Melbourne, Kamis (27/8).
Potensi Pencak Silat di Australia
Menurut Sugiono, dasar dari usulan ini adalah perkembangan pesat pencak silat di Negeri Kanguru. Saat ini, perkumpulan olahraga pencak silat sudah cukup banyak tersebar di Australia. Para praktisi dan komunitas di sana telah lama mengharapkan dukungan lintas negara untuk memperkuat pengembangan serta menjaga keberlanjutan seni bela diri tersebut di kancah internasional.
Selain misi olahraga prestasi, kunjungan Menlu Sugiono juga kental dengan nuansa sports diplomacy. Pada Rabu (26/8), Sugiono menyambangi Melbourne Cricket Ground (MCG), sebuah stadion ikonik yang biasanya memiliki akses terbatas.
Di sana, ia bertemu dengan para pelajar dari Brunswick North West Primary School yang tengah mendalami bahasa Indonesia. "Merupakan satu kesempatan yang langka juga untuk bisa hadir di stadion tersebut karena untuk masuk ke tempat itu hanya orang-orang tertentu dan anggota tim saja," tambahnya.
Kolaborasi dengan Bintang AFL
Dalam agenda diplomasi olahraga tersebut, Menlu Sugiono juga berinteraksi dengan kapten Collingwood Football Club, Darcy Moore. Menariknya, Moore menunjukkan kemampuannya berbincang dalam bahasa Indonesia bersama Menlu Sugiono, yang menjadi simbol kedekatan budaya kedua negara.
Sugiono turut mengapresiasi pemerintah Australia, khususnya Menlu Penny Wong, yang telah memfasilitasi pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia. Ia berharap program ini dapat memperkuat hubungan people-to-people bagi generasi mendatang.
Konteks Hubungan Bilateral
Kunjungan ini merupakan bagian dari Pertemuan 2+2 Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan di Melbourne untuk membahas implementasi Jakarta Treaty 2026. Perjanjian keamanan yang ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Anthony Albanese pada Februari 2026 ini mencakup berbagai kerja sama strategis, antara lain:
| Konsultasi rutin tingkat tinggi menghadapi ancaman keamanan serius. |
| Pelatihan pertahanan bersama di wilayah Indonesia. |
| Penugasan perwira senior TNI di Australian Defence Force (ADF). |
| Perluasan pertukaran pendidikan militer dan MoU investasi Australia-Danantara. |
Dengan dorongan pencak silat masuk ke Olimpiade Brisbane, Indonesia berharap diplomasi tidak hanya terbatas pada sektor pertahanan dan ekonomi, tetapi juga melalui jalur olahraga dan budaya yang mampu menyentuh masyarakat luas. (Ant/I-1)


















































