Menpora Erick Thohir.(Dok Istimewa )
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk membangun prestasi olahraga nasional melalui program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang mulai terbukti. Hal itu terlihat dari dukungan anggaran berkelanjutan untuk persiapan sejumlah ajang olahraga internasional.
Erick mengatakan persiapan atlet tidak dapat dilakukan secara instan dan membutuhkan perencanaan tahunan. Menurut dia, persiapan menuju Olimpiade 2032 bahkan seharusnya sudah dimulai sejak sekarang.
"Kami senang diskusi yang dilakukan bersama Presiden di Hambalang mengenai membangun olahraga harus didukung dengan anggaran multiyears pelatnas. Persiapan atlet itu harus tahunan, bahkan untuk Olimpiade 2032 mestinya harus dilakukan hari ini. Negara lain sudah melakukan," kata Erick, dalam keterangannya.
Erick juga mengapresiasi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang memberikan dukungan terhadap arahan Presiden Prabowo terkait kesinambungan anggaran pelatnas.
"Tahun ini kita sudah mulai mendapatkan anggaran untuk Olimpiade 2028. Ini hal positif bagi kita. Anggaran SEA Games juga sudah ada untuk pelatnas dan tahun depan angkanya jauh lebih besar," ujarnya.
Untuk persiapan Asian Games 2026, anggaran pelatnas meningkat dari Rp81 miliar menjadi Rp127 miliar setelah dilakukan penyisiran anggaran. Pemerintah kemudian memberikan tambahan Rp95 miliar sehingga total anggaran pelatnas menjadi Rp222 miliar.
Erick menegaskan anggaran Rp222 miliar tersebut khusus untuk kebutuhan pelatnas. Angka itu belum termasuk Rp61 miliar yang disiapkan untuk pengiriman kontingen Indonesia ke Asian Games 2026.
Menurut Erick, pemisahan anggaran pelatnas dan pengiriman kontingen dilakukan meskipun keduanya menjadi bagian dari pembiayaan Asian Games 2026.
Tambahan anggaran tersebut, lanjut Erick, menjadi bentuk kepercayaan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga, atlet, serta cabang olahraga. Karena itu, dia meminta seluruh pihak menggunakan anggaran secara transparan dan bertanggung jawab.
"Sudah final karena tinggal satu bulan (Asian Games 2026). Jadi, persiapan cabang olahraga yang selama ini mungkin sudah berjalan tetapi masih ragu-ragu, kembali kami bantu," jelasnya.
Erick juga mengingatkan agar tidak ada penyalahgunaan anggaran yang merugikan atlet.
"Kita tak boleh menyalahgunakan. Kalau para atlet disunat (anggarannya), lapor kita. Nanti kita lapor ke BPKP atau ke BPK. Kita harus tuntaskan hal korupsi. Kita harus bersih dan perlindungan atlet jadi yang utama," tegasnya.
Selain itu, Erick meminta atlet dan cabang olahraga bekerja maksimal untuk mengejar target prestasi. Bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing menjadi sejumlah cabang olahraga yang diharapkan menjadi tumpuan perolehan medali emas.
"Kita minta atlet dan cabor berjibaku mempersiapkan target medali empat emas, dari bulu tangkis, angkat besi, dan panjat tebing. Kemudian ada cabang olahraga lain yang berpotensi meraih perak, siapa tahu bisa menjadi emas," pungkas Erick. (E-4)


















































