Meski Cabut Ancaman Boikot, UEFA Tetap Berupaya Lengserkan Gianni Infantino

5 hours ago 7
Meski Cabut Ancaman Boikot, UEFA Tetap Berupaya Lengserkan Gianni Infantino Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP/NORBERTO DUARTE)

KETEGANGAN antara UEFA dan FIFA memasuki babak baru. Federasi sepak bola Eropa (UEFA) dilaporkan tetap melanjutkan upaya melengserkan Gianni Infantino dari kursi Presiden FIFA, meskipun mereka telah menarik ancaman boikot terhadap kompetisi-kompetisi di bawah naungan badan sepak bola dunia tersebut.

Keputusan untuk membatalkan boikot ini akan dikonfirmasi secara resmi dalam rapat komite eksekutif UEFA di Monako. Langkah ini diambil setelah adanya jaminan bahwa rencana Fifa Forward Enterprise (FFE), yang sebelumnya memicu kemarahan negara-negara Eropa karena kekhawatiran akan kepemilikan swasta dalam tata kelola sepak bola, tidak akan dihidupkan kembali.

Dengan berakhirnya ancaman boikot, partisipasi enam tim Eropa dalam Piala Dunia Putri U-20 FIFA yang akan berlangsung pekan depan di Polandia dipastikan aman. Tim-tim tersebut meliputi Inggris, Prancis, Italia, Portugal, Spanyol, dan tuan rumah Polandia.

Mencari Penantang Infantino

Meski boikot dibatalkan, UEFA dikabarkan tetap percaya diri dapat menemukan "kandidat persatuan" untuk menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret mendatang. Batas akhir penyerahan nominasi sendiri ditetapkan pada 18 November.

Hingga saat ini, belum ada nama resmi yang diidentifikasi sebagai penantang tunggal, namun Presiden Concacaf, Victor Montagliani, disebut-sebut sebagai opsi serius.

UEFA memilih strategi pemilihan langsung daripada memaksakan mosi tidak percaya, yang dinilai tidak realistis karena membutuhkan dukungan tiga perempat anggota (159 suara).

Untuk memenangkan pemilihan presiden, seorang kandidat membutuhkan dukungan 106 dari 211 asosiasi anggota. Analisis internal menunjukkan bahwa persaingan akan berlangsung sangat ketat. Bahkan jika Infantino berhasil menang, legitimasi kepemimpinannya diprediksi akan mengalami kerusakan permanen akibat kuatnya oposisi dari blok Eropa.

Perpecahan di Kalangan Legenda Sepak Bola

Konflik di level manajerial ini juga merembet ke kalangan mantan pemain bintang. Muncul polarisasi tajam di media sosial terkait kepemimpinan Infantino.

Kelompok yang menuntut perubahan dipelopori oleh mantan bek Manchester United, Mikael Silvestre, yang mengunggah pernyataan "Enough is Enough!". Dukungan terhadap gerakan ini datang dari nama-nama besar seperti Lucy Bronze, Emmanuel Petit, dan David James.

Di sisi lain, kelompok "FIFA Legends" memberikan pembelaan. Pemain legendaris seperti Cafu, Christian Vieri, Pepe, dan Esteban Cambiasso secara terbuka menyatakan dukungan mereka kepada Infantino. Vieri memuji upaya Infantino dalam menciptakan representasi pemain yang sebelumnya dianggap tidak ada dalam satu dekade terakhir.

Poin Kunci Situasi UEFA vs FIFA:

  • UEFA membatalkan boikot setelah rencana FFE resmi dihentikan.
  • Enam tim Eropa dipastikan tampil di Piala Dunia Wanita U-20 Polandia.
  • UEFA mencari kandidat untuk melawan Infantino pada pemilihan Maret mendatang.
  • Victor Montagliani muncul sebagai kandidat potensial.
  • Mantan pemain terbagi antara yang menuntut perubahan dan yang mendukung status quo.

Menanggapi perkembangan ini, juru bicara FIFA menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik partisipasi seluruh tim di Polandia dan tetap berkomitmen untuk mengembangkan sepak bola melalui dialog penuh dengan seluruh pemangku kepentingan. (bbc/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |