Qarrar Firhand Gunakan Latihan Tinju untuk Pertajam Reaksi di Formula 4

6 hours ago 7
Qarrar Firhand Gunakan Latihan Tinju untuk Pertajam Reaksi di Formula 4 Pembalap muda Indonesia Qarrar Firhand(ANTARA/Muhammad Ramdan)

PEMBALAP muda berbakat Indonesia, Qarrar Firhand, terus mematangkan persiapannya dalam menapaki jenjang balap mobil formula. Setelah mulai beradaptasi dengan persaingan di Formula 4 (F4), Qarrar kini memasukkan latihan tinju dan sparing ke dalam program rutinnya guna mempertajam kecepatan berpikir serta reaksi di lintasan.

Latihan tinju ini melengkapi program fisik komprehensif yang selama ini ia jalani, termasuk latihan di pusat kebugaran (gym) serta latihan kardio melalui lari dan bersepeda.

Menurut Qarrar, aspek kecepatan reaksi menjadi krusial saat mengendalikan mobil formula yang memiliki tuntutan berbeda dibandingkan gokart.

"Latihan fisik saya sekarang mencakup tinju, gym, dan kardio. Dalam latihan tinju, saya juga melakukan sparing karena itu membantu melatih kecepatan berpikir dan reaksi," ujar Qarrar, dikutip Jumat (28/8)

Fokus pada Mental dan Adaptasi Sirkuit

Transisi dari karting ke balap mobil formula menuntut kesiapan yang lebih menyeluruh. Selain fisik, Qarrar memberikan perhatian khusus pada aspek mental. Ia juga aktif melakukan pengujian (tes) di sejumlah sirkuit di Inggris untuk memperdalam pemahamannya terhadap karakter trek di Eropa.

Sebelum terjun ke F4, Qarrar bahkan telah menjalani program khusus bersama Formula Medicine di Italia. Program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan kemampuan mengambil keputusan di bawah tekanan, konsentrasi, serta performa respons otak.

Berikut adalah ringkasan perjalanan dan rencana karier Qarrar Firhand di ajang Formula 4:

Aspek Keterangan
Debut British F4 Putaran Thruxton, Inggris (25-26 Juli) bersama Argenti Motorsport
Status Musim 2026 Fase Transisi dan Adaptasi (Fokus belajar & racecraft)
Target Musim 2027 Musim penuh bersama Hitech (Target menang balapan & juara)
Prestasi Terakhir Karting Juara WSK Euro Series kategori OK

Tantangan Racecraft

Meski sudah terbiasa dengan kecepatan mobil F4 melalui serangkaian tes, Qarrar mengakui bahwa situasi balapan sesungguhnya memberikan tantangan yang jauh lebih besar. Ia menyoroti pentingnya menguasai racecraft, yakni seni bertarung dengan pembalap lain di lintasan.

"Saya tidak terlalu terkejut dengan mobilnya karena sebelumnya sudah beberapa kali melakukan tes. Namun, tes dan balapan berbeda. Saya harus belajar lebih banyak mengenai racecraft, menghadapi pembalap lain, melakukan race start, serta memahami situasi dalam balapan," jelasnya.

Selain teknis di lintasan, komunikasi dengan tim mekanik dan teknisi menjadi pelajaran penting yang ia petik. Di level F4, setiap detail selama akhir pekan balapan harus dikelola dengan tingkat profesionalisme yang lebih tinggi.

Menatap masa depan, Qarrar mematok target tinggi untuk musim 2027. Setelah menyelesaikan fase belajar di tahun 2026 ini, ia bertekad untuk tampil kompetitif secara penuh.

"Target musim depan tentu mencoba memenangi balapan. Kalau kami memiliki kesempatan untuk memenangi kejuaraan, tentu itu juga yang akan kami kejar," pungkasnya. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |