Minum Jus Jeruk setiap Hari Ubah Aktivitas Ribuan Gen Tubuh

5 days ago 3
Minum Jus Jeruk setiap Hari Ubah Aktivitas Ribuan Gen Tubuh Ilustrasi.(Magnific)

PENELITIAN terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Nutrition & Food Research edisi Oktober 2025 mengungkapkan temuan mengejutkan mengenai efek konsumsi jus jeruk terhadap tubuh manusia. Minum dua cangkir jus jeruk setiap hari ternyata mampu mengubah aktivitas ribuan gen dalam sel imun.

Studi itu melibatkan orang dewasa yang mengonsumsi 500 mililiter jus jeruk pasteurisasi setiap hari selama 60 hari. Hasil analisis transkriptomik menunjukkan perubahan aktivitas pada 1.705 gen di dalam sel imun mereka. Sebagian besar perubahan ini terjadi pada gen yang terkait dengan peradangan, tekanan darah, dan metabolisme lemak.

Penurunan Aktivitas Gen Peradangan

Para peneliti dari Food Research Center di University of São Paulo dan North Carolina State University menemukan bahwa mayoritas gen yang terkait dengan peradangan menjadi kurang aktif setelah periode dua bulan tersebut. Beberapa gen yang mengalami penurunan signifikan antara lain:

  • IL1B: Sinyal pro-inflamasi interleukin-1 beta.
  • IL6 dan PTGS2: Penggerak utama respons inflamasi.
  • NAMPT dan NLRP3: Gen yang biasanya meningkat pada penderita hipertensi.
  • GSK3B dan RIPK1: Gen yang terlibat dalam pengaturan metabolisme lipid.

Penelitian itu dilakukan terhadap 20 sukarelawan sehat dengan mengurutkan RNA dari sel imun sebelum dan sesudah periode intervensi. Secara total, ditemukan 3.790 molekul yang diekspresikan secara berbeda, mencakup 1.705 gen pengkode protein serta puluhan mikroRNA dan RNA regulator lain.

Peran Hesperidin dan Vitamin C

Jus jeruk pasteurisasi dikenal sebagai sumber terkonsentrasi dari hesperidin dan naringenin (dua jenis flavanon sitrus), serta vitamin C. Melalui pemodelan molekuler, peneliti mengidentifikasi metabolit dari hesperidin dan naringenin sebagai molekul yang paling mungkin berinteraksi dengan jaringan gen yang terpengaruh.

Hesperidin sendiri telah lama didokumentasikan memiliki profil kardiovaskular dan anti-inflamasi yang baik. Studi seluler pada September 2025 juga melaporkan bahwa hesperidin mampu memangkas produksi sitokin peradangan seperti TNF-alpha dan IL-8, serta berperan positif pada lapisan dalam pembuluh darah (endotelium).

Respons Berbeda Berdasarkan Berat Badan

Menariknya, pola perubahan genetik ini tidak seragam pada semua peserta. Peneliti menemukan perbedaan respons berdasarkan berat badan:

  • Peserta dengan berat badan berlebih: Perubahan gen berpusat pada metabolisme lipid, termasuk gen GSK3B dan GRK6 yang terkait dengan kontrol berat badan.
  • Peserta dengan berat badan normal: Perubahan lebih terkonsentrasi pada jalur peradangan yang melibatkan sinyal interleukin-4, interleukin-1, dan interleukin-9.

Temuan ini membuka peluang bagi saran nutrisi yang lebih personal, yaitu berat badan seseorang dapat menentukan cara tubuh merespons senyawa sitrus.

Catatan Penting: Meskipun memberikan wawasan molekuler yang mendalam, penelitian ini berskala kecil dan merupakan analisis transkriptomik, bukan uji klinis pembuktian sebab-akibat. Sebagian besar perubahan tingkat gen tidak langsung menghasilkan pergeseran besar pada biokimia darah peserta.

Pertimbangan Konsumsi Harian

Meskipun bermanfaat bagi ekspresi gen tertentu, jus jeruk tetap mengandung gula buah yang terkonsentrasi. Pedoman kesehatan masyarakat umumnya tetap menyarankan konsumsi buah utuh karena mengandung flavonoid yang sama tetapi disertai serat tambahan.

Bagi individu dengan diabetes atau mereka yang sedang mengonsumsi obat tekanan darah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum menjadikan konsumsi jus jeruk harian sebagai kebiasaan rutin. (Welltica+/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |