MKB Berganti Nama Jadi LAKB, Foke Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat

1 month ago 40
MKB Berganti Nama Jadi LAKB, Foke Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat Mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (kiri)(Dok istimewa )

MAJELIS Kaum Betawi (MKB) menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Grand Alia Tugu Tani, Jakarta Pusat, Jumat (21/8). Kongres menetapkan perubahan nama MKB menjadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB) sekaligus mengukuhkan Fauzi Bowo atau Foke sebagai Ketua Dewan Adat. 

“Majelis Kaum Betawi sudah ada lebih dulu. Setelah UU DKJ terbit, kita menyesuaikan diksi yang tercantum dalam undang-undang,” ujar Foke dikutip Sabtu (22/8). 

Menurutnya, perubahan nama bukan sekadar pergantian nomenklatur, melainkan bagian dari upaya memperkuat wadah bersama masyarakat Betawi. Berbagai organisasi dan komunitas Betawi yang selama ini berjalan sendiri diharapkan dapat berhimpun dalam satu institusi adat. 

“Semangat utamanya adalah kebersamaan dan persatuan masyarakat Betawi,” katanya. 

Dirinya juga diberi gelar Datuk Mua’allim Ahlul Adat sebagai penghormatan atas kiprahnya dalam penguatan adat dan kebudayaan Betawi.

Selain perubahan nama dan pengukuhan kepemimpinan, KLB menghasilkan sejumlah rekomendasi. Salah satunya meminta Gubernur DKI Jakarta mengukuhkan Foke sebagai Ketua Dewan Adat serta mengakui LAKB sebagai induk organisasi Betawi. 

KLB juga merekomendasikan perubahan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi menjadi Perda Pemajuan Kebudayaan Betawi. Perubahan tersebut ditargetkan rampung pada 2027. 

Ketua Pelaksana KLB M Ichwan Ridwan mengatakan kongres merupakan bagian dari proses panjang konsolidasi masyarakat Betawi. Proses itu antara lain ditandai deklarasi Majelis Amanah Persatuan Kaum Betawi (MAPKB) pada 22 Desember 2022, yang mempertemukan Bamus Betawi dan Bamus Suku Betawi 1982.

Konsolidasi berlanjut melalui Pra-Kongres pada Mei 2023, Kongres Perdana pada Juni 2023, hingga Kongres Istimewa Kaum Betawi pada Oktober 2025.

Ichwan mengatakan perubahan MKB menjadi LAKB diharapkan memperkuat institusi adat sekaligus menghimpun berbagai potensi masyarakat Betawi. 

“Ini menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat Betawi dan menjaga adat, budaya, sejarah, serta identitas Betawi di tengah perkembangan Jakarta,” ujarnya. (E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |