Ribuan orang, sambil membawa bendera dan poster, berkumpul untuk mengikuti upacara pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat-Israel di Mashhad, Iran, Kamis (9/7/2026).(Iranian Leader Press Office)
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa membalas kematian ayah sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei, merupakan tuntutan bangsa yang harus dilaksanakan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pesan yang dibacakan pada upacara pemakaman Ali Khamenei, Sabtu (11/7), sebagaimana dilaporkan penyiaran pemerintah Iran, IRIB.
Dalam pesannya, Mojtaba berjanji akan menuntut balas atas tewasnya Ali Khamenei dan para syuhada lainnya kepada pihak yang ia sebut sebagai pembunuh kriminal. "Kami berjanji untuk membalas darah Anda yang tak berdosa serta seluruh para syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tidak terhormat," tegasnya.
Ali Khamenei dimakamkan pada Kamis di Makam Imam Reza, Kota Mashhad, Iran timur laut. Prosesi ini menandai berakhirnya rangkaian upacara berkabung selama sepekan setelah ia tewas dalam serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang dimulai pada 28 Februari lalu.
Ketegangan ini kembali memanas meski Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Juni lalu melalui mediasi Pakistan. Kesepahaman tersebut sebenarnya bertujuan mengakhiri konflik yang pecah sejak Februari, termasuk kesepakatan penghentian pertempuran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Namun, situasi di lapangan menunjukkan rapuhnya kesepakatan tersebut. Pekan ini, kedua pihak kembali terlibat saling serang terkait lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz. AS dilaporkan menyerang sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menyasar aset-aset AS di kawasan tersebut.
Di sisi lain, laporan The Wall Street Journal menyebutkan adanya intelijen dari Israel yang menuduh Iran merencanakan pembunuhan terhadap Presiden AS Donald Trump. Menanggapi isu tersebut, Trump melalui platform Truth Social mengancam akan meluncurkan ribuan rudal ke Iran jika Teheran benar-benar mencoba mencelakainya. (Ant/I-1)


















































