Ilustrasi(Dok Lippo Mall)
PUSAT perbelanjaan mulai berkembang tidak hanya sebagai tempat berbelanja, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan pengalaman bagi masyarakat. Perkembangan ekonomi kreatif turut mendorong munculnya ruang-ruang baru yang mempertemukan masyarakat dengan musik, seni, komunitas, dan berbagai bentuk kreativitas.
Salah satu ruang tersebut hadir melalui Styles LAND di Lippo Mall Kemang, Jakarta, yang menghadirkan penampilan grup musik Lomba Sihir pada Jumat (21/8). Kehadiran band independen tersebut menjadi bagian dari rangkaian pengalaman lifestyle yang menggabungkan musik, kreativitas, komunitas, dan hiburan.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya menghadirkan ruang yang dapat mempertemukan kreator, musisi, komunitas, pelaku industri kreatif, dan masyarakat secara lebih dekat.
Irene menilai keberadaan ruang kreatif seperti Styles LAND dapat menjadi bagian dari upaya memperluas interaksi antara pelaku ekonomi kreatif dengan masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan komunitas dinilai penting untuk memperkenalkan karya sekaligus membuka peluang pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.
Styles LAND sendiri mulai hadir di Lippo Mall Kemang sejak 7 Agustus 2026. Ruang tersebut dirancang untuk membawa pengalaman Styles dari ranah digital ke ruang fisik, dengan memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mengeksplorasi, bermain, berinteraksi, dan menikmati berbagai aktivitas di luar kegiatan belanja.
Penampilan Lomba Sihir menjadi salah satu agenda yang memperkuat karakter ruang tersebut sebagai tempat bertemunya berbagai kultur kreatif. Musik yang memadukan sejumlah genre serta lirik yang dekat dengan pengalaman kehidupan generasi muda membuat penampilan grup tersebut tidak hanya berfokus pada pertunjukan musik, tetapi juga membangun interaksi dengan penggemarnya.
Lomba Sihir beranggotakan Natasha Udu sebagai vokal, Rayhan Noor pada vokal dan gitar, Enrico Octaviano pada drum, Tristan Juliano pada kibor, serta Hindia sebagai vokal. Perjalanan Lomba Sihir dimulai melalui album perdana Selamat Datang di Ujung Dunia yang dirilis pada 2021. Album tersebut terinspirasi dari pengalaman menjalani kehidupan di Jakarta. Empat tahun kemudian, mereka merilis Obrolan Jam 3 Pagi yang mengeksplorasi tema personal seperti cinta, kehilangan, harapan, dan penyesalan.
Chief Marketing Officer Lippo Malls Indonesia Santiwati Basuki mengatakan, kehadiran Lomba Sihir sejalan dengan upaya menjadikan Styles LAND sebagai ruang yang mempertemukan berbagai bentuk kreativitas.
“Kami ingin Styles LAND menjadi ruang yang mempertemukan berbagai bentuk kreativitas dalam satu pengalaman. Kehadiran Lomba Sihir relevan dengan semangat tersebut karena mereka bukan hanya menghadirkan musik, tetapi juga membawa cerita, karakter, dan komunitas yang kuat,” ujar Santiwati.
Menurutnya, dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif menjadi momentum untuk memperkuat peran ruang lifestyle dalam memperkenalkan karya dan potensi ekonomi kreatif kepada masyarakat.
Styles LAND merupakan bagian dari pengembangan ekosistem Styles yang telah terintegrasi di lebih dari 70 pusat perbelanjaan yang dikelola Lippo Malls Indonesia.
Platform tersebut menghubungkan berbagai pengalaman pelanggan melalui ekosistem digital, termasuk program loyalitas, penawaran, dan aktivitas di jaringan pusat perbelanjaan. Selain aktivitas konsumsi, pusat perbelanjaan mulai menjadi tempat bertemu komunitas, menikmati karya kreatif, dan membangun pengalaman sosial. (E-4)


















































