Musim Kemarau 2026: 14 Gunung di Jawa Timur Terbakar, Bromo dan Argopuro Terparah

4 days ago 1
 14 Gunung di Jawa Timur Terbakar, Bromo dan Argopuro Terparah Upaya pemadaman karhutla di Gunung Bromo, Jawa Timur.(Dok. Antara/BPBD Probolinggo)

SEBANYAK 14 kawasan gunung di Jawa Timur dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang musim kemarau 2026. Dari belasan titik tersebut, kawasan Gunung Bromo di Probolinggo menjadi salah satu lokasi dengan dampak kerusakan yang cukup parah.

Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jatim, Muhammad Amrul, mengonfirmasi bahwa hingga Rabu (16/9), tim gabungan masih berupaya memadamkan api di lima kawasan gunung, sementara sembilan lainnya sudah dinyatakan kondusif.

“Dari 14 kawasan gunung, lima di antaranya masih dilakukan penanganan dan pemadaman oleh tim gabungan. Sedangkan sisanya sudah dinyatakan kondusif,” ujar Amrul di Surabaya.

Adapun 14 kawasan gunung yang terdampak karhutla tersebut meliputi Gunung Semeru, Gunung Arjuno-Welirang, Gunung Bromo, Gunung Buthak, Gunung Kawi Kajang, Gunung Wilis, Gunung Argopuro, Gunung Ijen, Gunung Raung, Gunung Pegat, Gunung Payaman, Gunung Gede Blitar, Gunung Ndangean, dan Gunung Lawu.

Fokus Pemadaman di Lima Titik

Saat ini, petugas gabungan memprioritaskan penanganan di lima gunung yang apinya belum sepenuhnya padam, yakni Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Argopuro, Gunung Kawi Kajang, dan Gunung Lawu. Kondisi di lapangan dilaporkan bervariasi.

Di kawasan Gunung Bromo dan Gunung Semeru, dampak kebakaran diperkirakan telah mencapai luas 200 hektare. Meski pantauan citra satelit terbaru menunjukkan titik api mulai padam, petugas tetap melakukan penyisiran di lokasi.

“Petugas tetap melakukan penyisiran dan pembasahan untuk mengantisipasi munculnya bara api. Helikopter PK-DAP juga disiapkan untuk observasi, dan jika kondisi memungkinkan, akan dilaksanakan water bombing,” jelas Amrul.

Kendala Medan Terjal di Argopuro

Kebakaran hebat juga melanda kawasan Gunung Argopuro yang tercatat menghanguskan sekitar 488 hektare lahan sejak Sabtu, 12 September 2026. Amrul mengungkapkan bahwa kendala utama pemadaman di wilayah ini adalah lokasi api yang berada di lereng gunung yang sangat terjal.

“Tim gabungan melakukan pemantauan di Gunung Gilap karena lokasi titik api berada di lereng pegunungan yang tidak bisa dijangkau. Saat ini kondisi Argopuro tertutup kabut, sehingga titik api dan asap tidak terlihat dari pantauan visual,” tambahnya.

Operasi di Gunung Buthak dan Kawi Kajang

Selain itu, upaya pemadaman juga difokuskan di Gunung Kawi Kajang (Blitar) dan Gunung Buthak (Malang). Total lahan yang terbakar di kedua kawasan ini diperkirakan mencapai 800 hektare.

Untuk rencana operasi hari ini, tim gabungan dijadwalkan melakukan penyisiran melalui jalur pendakian Desa Tulungrejo, Kecamatan Pujon Kidul, serta melakukan pemantauan intensif hingga ke Pos 3 Gunung Buthak guna memastikan api tidak kembali meluas. (H-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |